Balai Karantina Pastikan 26 Sapi yang Dikirim ke Jawa Tak Berizin

Penyidik Polairud Polda Bali, melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait penyelundupan 26 ekor sapi

Balai Karantina Pastikan 26 Sapi yang Dikirim ke Jawa Tak Berizin
Tribun Bali
Ilustrasi Sapi Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyidik Polairud Polda Bali, melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait penyelundupan 26 ekor sapi.

Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap pihak Balai Karantina Gilimanuk terkait hal ini.

Dari pemeriksaan, benar bahwa dua orang yang membawa sapi itu, yakni GKB dan PYW tidak dapat menunjukkan bukti kelengkapan dokumen resmi Balai Karantina.

"Pemeriksaan Balai Karantina itu tidak ada dokumen resmi dari yang membawa. Jadi memang tidak dilengkapi dokumen resmi," ucap Kasubdit Gakkum Polairud Polda Bali, AKBP Edhi Cahyono, Sabtu (4/8/2018).

Dijelaskannya, dari pemeriksaan itu pihaknya masih akan terus melakukan pengembangan dan melakukan penyidikan ke pihak Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Bali.

Terutama menyangkut soal kuota sapi.

Ini dilakukan untuk mencari kenapa ada kebijakan penambahan kuota di bulan Juli lalu.

"Tentunya pemeriksaan penambahan kuota di Bulan Juli lalu," jelasnya.

Penangkapan pihak Polairud ini dilakukan pada Rabu (25/7/2018) sekitar pukul 01.00 WITA.

Sapi itu, diangkut truk yang dikendarai oleh dua orang, yakni pengemudi berinisial GKB dan kernet yakni PYW.

Keduanya ditangkap oleh petugas Ditpolairud Polda Bali.

Anggota Polairud menyita sapi itu di atas kapal penumpang yang akan menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang.

Setelah dilakukan pemeriksaan di KP3 Ketapang, ternyata benar bahwa pengiriman sapi tersebut tanpa dokumen dari Balai Karantina.

Edi menyatakan, penangkapan ini berdasarkan informasi bahwa kuota pengiriman sapi dari Bali ke luar provinsi Bali, terutama Jawa sudah habis untuk bulan Juli ini.

Jadi pengiriman ke Jawa adalah tanpa dilengkapi surat keterangan kesehatan dari Balai Karantina.

Karena itu, pihaknya akan memeriksa Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, terkait dengan pergeseran kuota pengiriman sapi dari Bali ke Jawa.

"Untuk semua saksi termasuk dari ahli karantina dan dinas peternakan akan kami minta keterangan untuk melengkapi penyidikannya," katanya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved