Di Luar Target, Tim Sepak Takraw Putri Bali Bawa Pulang Medali Perak Kejurnas Piala Menpora 2018

Tim sepak takraw putri Bali memperoleh medali perak di kategori quadrant putri pada Kejurnas Sepak Takraw, Piala Menpora 2018

Di Luar Target, Tim Sepak Takraw Putri Bali Bawa Pulang Medali Perak Kejurnas Piala Menpora 2018
Istimewa
Foto tim sepak takraw putri Bali saat berada di podium. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim sepak takraw putri Bali memperoleh medali perak di kategori quadrant putri pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepak Takraw, Piala Menpora 2018, di GOR Cendrawasih, Jakarta Barat.

Pertandingan yang berlangsung dari tanggal 27 Juli- 2 Agustus 2018 ini memberikan hasil manis bagi tim sepak takraw putri Bali.

Medali perak didapatkan dari hasil kerja keras para pemain yaitu Ketut Ria Darmiyanti (Singaraja), Ketut Karin Preayani (Singaraja), Kadek Ratna (Singaraja), Gusti Ayu Dian Putri Rahayu (Badung), Ni Wayan Yulianti (Badung), dan Ni Wayan Ika Ayuni (Gianyar).

Ika yang dihubungi Tribun Bali, Sabtu (4/8/2018) mengatakan, tidak menyangka bisa mendapatkan medali perak karena hal tersebut di luar target tim.

“Sama sekali gak nyangka, kami target perunggu saja sudah bersyukur sekali, tapi kami mendoktrin otak bahwa gak ada yang gak mungkin, dengan semangat yang tinggi, kekompakan team, saling memotivasi, dan meyakinkan diri kalau kita pasti bisa, akhirnya bisa final, luar biasa senangnya,” ucapnya.

Saat babak final, tim sepak takraw putri Bali dikalahkan oleh tim sepak takraw putri Jawa Tengah dengan skor 2-1.

Ia bercerita bahwa saat pertandingan final timnya telah berjuang semaksimal mungkin hingga set terakhir, walau tidak dapat menang melawan Jawa Tengah, namun ia tetap bangga dengan hasil diperoleh.

“Di final melawan Jawa Tengah kami main 3 set, set pertama Jawa Tengah 21-16, set kedua Bali 21-16, set ke 3 Jawa Tengah 21-19. Pas set ke 3 ditinggal jauh 11-6, dan akhirnya dengan keyakinan, percaya diri dan semangat, yang paling penting senyum, kami bisa ngejar ketinggalan sampai 16-16, dan kejar-kejaran terus sampai point 21-19.  Kami tidak bisa menyerang dengan baik, sehingga kemenangan diperoleh Jawa Tengah. Tapi dengan hasil ini kami bangga, karena hanya dapat latihan bareng 2 kali saja,” paparnya.

Karena kekalahan di final, ia sempat merasakan kecewa, namun ia mengakui bahwa tim Jawa Tengah merupakan tim yang hebat dan memiliki pengalaman yang lebih banyak.

“Sedikit kecewa di final karena kalahnya tipis dan karena ada keyakinan dari dalam diri kalau bisa juara 1, tapi tak apalah, kami sadar dengan kemampuan dan porsi latihan yang kurang. Mereka yang memang latihan setiap hari karena ikut PPLP, pengalaman/jam terbang mereka juga banyak, jadi belum saatnya kami menjadi juara, mungkin nanti,“ katanya.

Selain mendapatkan medali perak di kategori quadrant, atlet sepak takraw Gianyar tersebut juga mendapatkan penghargaan sebagai feeder putri terbaik.

Baginya penghargaan itu merupakan kejuatan manis.

“Saya sama sekali gak nyangka, karena saya biasanya kan jadi smasher, tapi pas kemarin saya jadi pelambung dan pengumpan untuk pertama kalinya, karena kami bawa smasher banyak, saya dapat sih smash sesekali, cuma lebih sering jadi pengumpan smash,” katanya.

Ia sudah melakukan evaluasi pada dirinya dan menemukan beberapa kekurangan yang ingin segera ia perbaiki, agar nanti dapat menjadi lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya.

“Banyak, terutama passing, ketenangan dalam pengambilan bola, fisik, smash, dan semuanya harus lebih dimantapkan lagi,” katanya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved