Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa Dirusak, ForBali Balas Dengan Spanduk Satire

Desa adat yang melakukan aksi tersebut adalah Desa Adat Kepaon, Desa Adat Jimbaran dan Desa Adat Sumerta.

Istimewa
Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa yang dirusak orang tak dikenal 

TRIBUN-BALI.COM – Masyarakat dari Desa Adat yang mengalami aksi perobekan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa kembali menunjukkan keseriusannya untuk memenangkan Teluk Benoa.

Baliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang dirobek secara senyap tersebut, secara serentak ditambal oleh masyarakat masing-masing desa adat dengan tulisan yang pada intinya memberikan pesan bahwa baliho tersebut telah dirobek karena menolak reklamasi Teluk Benoa.

Desa adat yang melakukan aksi tersebut adalah Desa Adat Kepaon, Desa Adat Jimbaran dan Desa Adat Sumerta.

Nyoman Sudiartika perwakilan Desa Adat Jimbaran tolak reklamasi Teluk Benoa, menegaskan bahwa penambalan baliho yang dirobek tersebut dilakukan secara spontan dan menggunakan dana urunan dari masyarakat Desa Adat Jimbaran.

Lebih lanjut, Sudiartika menambahkan aksi penambalan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang dirobek tersebut membawa pesan kepada masyarakat yang melintasi simpang Universitas Udayana Jimbaran, agar tau bahwa telah terjadi perusakan terhadap baliho tolak reklamasi Teluk Benoa milik Desa Adat Jimbaran.

“Kita sengaja membiarkan untuk dilihat masyarakat umum bahwa itulah yang terjadi terhadap penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa. Itu pesan kita kepada masyarakat umum, kita tetap melawan, menolak rencana reklamasi Teluk Benoa”. tegasnya.

Perwakilan masyarakat Desa Adat Kepaon, Kadek Susila menerangkan bahwa penambalan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang disobek tersebut, adalah respon spontan dari masyarakat Desa Adat Kepaon.

Lebih lanjut, dana yang digunakan untuk menambal baliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang disobek tersebut adalah berasal dana kolektif.

“Iya Benar, dananya berasal dari dana kolektif”, terangnya.

Susila juga menegaskan bahwa penambalan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang disobek tersebut, untuk menunjukkan kepada oknum yang merobek baliho tolak reklamasi Teluk Benoa milik Desa adat Kepaon agar tau bahwa sikap Desa Adat Kepaon menolak rencana reklamasi Teluk Benoa adalah sikap yang serius.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved