Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gempa Bumi Lombok

Sejumlah Sekolah di Buleleng Rusak Akibat Gempa, Ini Skema Prioritas Perbaikan dari Disdikpora

Selain di SD Negeri 3 Depeha, kerusakan pun tercatat di Desa Menyali, Desa Jagaraga, dan di Desa Tamblang.

Tayang:
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN BALI/RATU AYU ASTRI DESIANI
Seorang pengajar di SD Negeri 3 Deoeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, memperlihatkan bagian atap ruang kelas yang ambruk akibat digoncang gempa, Senin (6/8/2018). (insert) Kepala Disdikpora Buleleng, Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dampak kerusakan akibat gempa bumi menjadi sorotan banyak pihak.

Seperti kerusakan yang terjadi di ruang kelas SD Negeri 3 Deoeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng,

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, menurunkan tim untuk melakukan pendataan.

Tim diturunkan untuk mendata jumlah kerugian yang dialami sekolah dengan jumlah murid sebanyak 128 orang ini.

Baca: Plafon SD Negeri 3 Depeha Ambruk Usai Diguncang Gempa, Siswa Dipulangkan Lebih Awal

Kepala Disdikpora Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, setelah kerugiannya terdata, pihaknya akan langsung menggelar rapat untuk memutuskan skema apa yang segera diambil terkait perbaikan sekolah yang rusak tersebut.

Selain di SD Negeri 3 Depeha, kerusakan pun tercatat di beberapa sekolah lainnya, seperti di Desa Menyali, Desa Jagaraga, dan di Desa Tamblang.

“Tim saya sudah turun. Sore ini kami akan bahas tindak lanjutnya seperti apa. Ada beberapa sekolah di Kecamatan Sawan dan Kecamatan Tamblang juga rusak. Namun, yang paling parah memang di Desa Depeha itu," katanya.

Disinggung terkait anggaran yang disiapkan untuk perbaikan gedung sekolah yang rusak akibat becana gempa, Suyasa mengaku masih menunggu hasil dari pendataan tim yang ada di lapangan.

Jika kerusakan masuk dalam kategori ringan atau di bawah Rp 100 juta, maka Suyasa akan memasukannya dianggaran perubahan.

"Penganggarannya tergantung. Apakah kerusakan ini membutuhkan anggaran besar atau kecil. Kalau kecil, kami akan jawab di perubahan. Kalau besar, tentu dari segi waktu juga sulit termasuk juga dari segi budget."

"Karena kami belum tahu kondisi anggaran perubahan seperti apa, karena belum ada pembahasan. Tapi, Kalau kecil di bawah Rp 100 juta, akan jadi prioritas di anggaran perubahan," jelas Suyasa. (*)

Baca: Polisi Ungkap Fakta di Balik Siasat Dukun Jago Sembuyikan Hasni di Dalam Batu Sejak 2003 Silam

Baca: Dukun Jago Kerap Perlihatkan Sosok Foto Ini Sebelum Memperdayai Korban Sejak 2003 Lalu

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved