Sambil Gendong Bayi, Dua Kakak Beradik Ini Nekat Menuri Ponsel untuk Bayar Kosan

Keduanya melakukan pencurian ponsel di Pasar Sanglah Lantai II Denpasar Barat.

Sambil Gendong Bayi, Dua Kakak Beradik Ini Nekat Menuri Ponsel untuk Bayar Kosan
TRIBUN BALI/I NYOMAN MAHAYASA
Polsek Denbar berhasil melakukan penangkapan kakak beradik yang melakukan pencurian dengan modus bawa bayi dan beli barang, Selasa (7/8/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat meringkus dua wanita kakak beradik, Kasiani (37) dan Srianti (29) tinggal di Jalan Tunjung Biru Pemogan Denpasar Selatan.

Keduanya ditangkap karena melakukan pencurian ponsel milik Ni Luh Made (44) warga Jalan Pendidikan I Perumahan Graha Kerti Blok H No 1 Denpasar.

"Keduanya melakukan pencurian dengan modus yang cukup rapi. Keduanya ini kakak beradik yang sering melakukan pencurian ponsel. Mereka juga membawa bayi yang digendong saat melakukan aksinya," ucap Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Adnan Pandibu, Selasa (7/8/2018).

Keduanya melakukan pencurian ponsel di Pasar Sanglah Lantai II Denpasar Barat.

Baca: Januari-Juli Tembus 13 Juta Penumpang, 52 Persen Merupakan Penerbangan Internasional

Baca: WCP Soroti Berat Badan Pemain, Hal Ini Akan Dilakukan Tim Pelatih Sebelum Diliburkan

Baca: VIDEO: Terdengar Suara Wanita dari Dalam Runtuhan Bangunan Masjid, Begini Situasi Saat Evakuasi

Mereka melakukan pencurian pada Minggu (5/8/2018) dengan cara datang bersamaan.

Kemudian, salah satu tersangka juga menggendong seorang bayi. Kemudian ada satu tersangka lain berpura-pura membeli, dan satu lagi yang menerima ponsel untuk dibawa kabur.

"Aksinya dilakukan sekitar pukul 15.00 Wita, dan dilaporkan sekitar pukul 17.15 Wita," ungkapnya.

Adnan mengurai, awalnya dua tersangka datang berdua dan seperti pembeli kebanyakan.

Kemudian, saat dilayani oleh korban, sementara satu orang tersangka masuk tawar menawar barang dan lagi satu masuk ke meja kasir.

Berselang beberapa saat kedua pelaku keluar, merasa curiga korban mengecek laci kasirnya, ternyata ponsel yang ditaruh di dalam laci sudah hilang.

Atas kejadian bersebut korban melapor ke polsek. Korban kehilangan HP Oppo F1S waena silver.

"Dari laporan kami lakukan pengecekan TKP dan cek CCTV. Kemudian memburu tersangka," jelasnya.

Adnan mengurai, berdasarkan laporan korban tersebut, petugas reakrim memburu tersangka yang ditangkap 15 menit usai laporan itu, sekira pukul 17. 30 Wita.

Keduanya ditangkap di Jalan Tunjung Biru nomor 6 Pemogan Denpasar.

"Mereka mengambil ponsel untuk membayar kos. Dan ponsel itu diambil oleh Kasiani dan diberikan ke Srianti," bebernya. (*)

Baca: VIDEO-FOTO Kerusakan, Gempa Bumi Ratakan Dusun Karang Swle, Ini Harapan Nyoman Karna 

Baca: Cerita Nyoman Karna Bersama 100 KK Lainnya Harus Jalan Kaki 5 Km untuk Hindari Gempa dan Tsunami

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved