Gempa Bumi Lombok

Beredar Isu Penjarahan di Tengah Bencana Lombok, Kapolri: Bisa Jadi Ada, Bisa Juga Hoax

Informasi tentang adanya pencurian, penjarahan, dan lainnya tetap bisa saja terjadi, atau hoax juga bisa

Beredar Isu Penjarahan di Tengah Bencana Lombok, Kapolri: Bisa Jadi Ada, Bisa Juga Hoax
TRIBUN BALI/ BUSRAH ARDANS
Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Hadi, Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang saat bertemu dengan pengungsi, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali: Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, LOMBOK - Beredar isu penjarahan dan pencurian di tengah bencana gempa bumi Lombok, Rabu (8/8/2018).

Isu tersebut tersebar lewat tulisan agar para relawan dan berbagai pihak agar hati-hati terhadap pencurian dan penjarahan oleh orang yang memanfaatkan momen bencana ini.

Saat mengunjungi lokasi pengungsian di Lapangan Tanjung, Lombok Utara, Kapolri Tito Karnavian mengatakan, kabar tersebut bisa jadi ada dan bisa jadi hoax.

Baca: Memaknai Gempa Bumi Berdasar Lontar Palelindon, Mulai dari Kepemimpinan Hingga Introspeksi Diri

Baca: VIDEO: Terdengar Suara Wanita dari Dalam Runtuhan Bangunan Masjid, Begini Situasi Saat Evakuasi

"Informasi tentang adanya pencurian, penjarahan, dan lainnya tetap bisa saja terjadi. Ketika orang panik, rumah ditinggal, bisa saja kemudian orang mencari kesempatan di situ," kata Tito.

Tito menambahkan, kalau dari data Polda, kasus pencurian justru berkurang 1/3.

"Sering memang begitu. Cuma kalau data dari Polda kasus pencurian justru berkurang 1/3 dibandingkan hari-hari berikutnya," tambah dia.

Namun sebaliknya, bisa juga hal itu ialah hoax. Jadi ada dua kemungkinan.

Dirinya juga meminta Kapolda untuk proaktif mengidentifikasi informasi tersebut.

"Bisa jadi juga berita hoax. Atau bisa jadi ada, tapi gak lapor polisi. Oleh karena itu saya minta Kapolda untuk memverifikasi informasi tersebut. Bergerak dari Polres, Polsek sampai Bhabinkamtibmas untuk mengonfirmasi hal itu," jelasnya.

Kalau benar, lakukan penangkapan terhadap pelaku dan lakukan pengamanan di sana. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved