Pesawat Demonim Air Hilang Kontak

Kopilot Wayan Sugiarta Berada di Pesawat yang Hilang Kontak di Pegunungan Bintang

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa menjelaskan, pesawat yang dipiloti Kapten Lessie dan Kopilot Wayan Sugiarta

Kopilot Wayan Sugiarta Berada di Pesawat yang Hilang Kontak di Pegunungan Bintang
Istimewa
Saat Pesawat Demonim Air berada di taxiway. 

TRIBUN-BALI.COM, JAYAPURA - Sebuah pesawat milik Demonim Air dengan nomor registrasi PK-HVQ jenis PAC dari Tanah Merah (Boven Digul) menuju Oksibil Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, dikabarkan hilang kontak (lost contact) Sabtu (11/8) sore Waktu Indonesia Timur (WIT).

Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan perihal terjadinya lost contact pesawat Demonim Air tersebut. 

“Benar (mengenai peristiwa lost contact pesawat). Pukul 15.25 Waktu Indonesia Timur bertempat di Distrik Oksibil diperoleh informasi dari staf Airnav Menara Control Bandara Oksibil bahwa pesawat itu lost contact,” ungkap Dax Sianturi, Sabtu (11/8).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa menjelaskan, pesawat yang dipiloti Kapten Lessie dan Kopilot Wayan Sugiarta bertolak dari Bandara Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel pukul 13.50 WIT menuju Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Sekitar pukul 14.17 WIT, pilot pesawat sempat melakukan komunikasi dengan pihak Tower Bandara Oksibil. Papua Pesawat seharusnya sudah mendarat di Bandara Oksibil pukul 14.30 WIT. Namun, hingga pukul 15.00 WIT pesawat tak kunjung mendarat.

"Informasi tersebut diperoleh dari Kapospol Bandara Bripka Fardiansyah melalui pihak Tower Bandara Oksibil," kata Ahmad Mustofa.

Letkol Dax Sianturi mengungkapkan, menurut informasi, rencana awal kopilot yang akan berangkat adalah Bintang. Namun, menjelang keberangkatan diganti menjadi kopilot Wayan Sugiarta atas permintaan pilot.

“Sekitar pukul 15.40 WIT, anggota TNI Pos Oksibil mendapat informasi dari masyarakat melalui HP bahwa ada pesawat yang melintas di Gunung Menuk Kampung Okatem Distrik Oksibil. Kemudian, tidak berapa lama mereka mendengar suara gemuruh. Sementara informasi yang diterima dari Kasat Intel Pegubin setelah berkoordinasi dengan Kasat Intel Boven Digul, terdapat 9 orang penumpang di dalam pesawat,” paparnya.

Hingga saat ini pihak Kodim 1711/Boven Digul, Polres Pegunungan Bintang, Pemkab Boven Digul serta pihak Airnav terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait lain, khususnya Basarnas, untuk melakukan upaya pencarian.

Kodim 1711/Boven Digul telah mengerahkan personelnya untuk mendekat ke lokasi yang diduga sebagai area jatuhnya pesawat. Mereka juga terus melaporkan setiap perkembangan situasi kepada komando atas, dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih.

“Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George E. Supit, telah memerintahkan satuan TNI kewilayahan untuk membentuk tim SAR dan bekerjasama dengan instansi terkait lainnya untuk segera mencari keberadaan pesawat Demonim Air tersebut. Bantuan tenaga SAR dan heli TNI-AD akan segera disiagakan untuk mendukung pencarian pesawat dan korban,” imbuh Letkol Inf Dax Sianturi.

Kodam XVII/Cenderawasih akan bekerja keras membantu pencarian pesawat dan korban dengan harapan pesawat Demonim Air dapat segera ditemukan. Diharapkan, masyarakat yang mempunyai informasi tentang kemungkinan lokasi jatuhnya pesawat dapat melaporkan kepada aparat TNI setempat.(*/zae)

Data Penumpang Demonim Air
-----------------------------------------
1. Kapten Lessie (Pilot).
2. Bintang (Co-Pilot).
3. Sudir Zakana
4. Martina Uropmabin
5. Hendrikus Kamiw.
6. Lidia Kamiw.
7. Jumaludin.
8. Naimus.
9. Jumaidi (anak-anak).

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved