Pesawat Demonim Air Hilang Kontak

Begini Kondisi Jasad Co Pilot I Wayan Sugiartha bersama 3 Jenazah yang Berhasil Diidentifikasi

keempat jenazah akan diserahkan ke pihak Demonim Air untuk selanjutnya diserahkan ke keluarga korban.

Begini Kondisi Jasad Co Pilot I Wayan Sugiartha bersama 3 Jenazah yang Berhasil Diidentifikasi
Tribun Bali/Hisyamudin/kolase
Istri kopilot Wayan Sugiarta, Komang Sri Maheni (kanan), mendampingi mertuanya yang juga ibu kandung korban, Ni Kadek Nyampuh (kedua kanan), saat dirawat di RS Prima Medika Denpasar, Senin (13/8). Tampak juga ayah korban, I Made Kertiyasa. 

TRIBUN BALI.COM, JAYAPURA - Empat dari delapan jenazah korban kecelakaan Pesawat Dimonim Air di Gunung Menuk, Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang telah berhasil diidentifikasi tim DVI Polda Papua, Selasa (14/8/2018).

Keempat jenazah yang terindentifikasi itu diantaranya Pilot Leslie Sever asal Papua Nugini, Co Pilot I Wayan Sugiartha, Martina Uropmabin, dan Jamaludin.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa saat dihubungi Tribun Bali melalui sambungan telepon menyampaikan kondisi jenazah korban yang tidak rusak berat, memudahkan proses identifikasi Tim DVI.

“Empat jenazah lainnya masih menunggu kecocokan antara data antemortem dengan postmortem," tambahnya.

Setelah Tim DVI Polda Papua melakukan identifikasi, keempat jenazah akan diserahkan ke pihak Demonim Air untuk selanjutnya diserahkan ke keluarga korban.

Baca: KPK Tak Bisa Sentuh Terkait Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno Rp 500 Miliar

Baca: Anak SD dan Lansia Ikut Jadi Penjual Narkoba, Ini yang Dilakukan BNN Badung

Wakapolda Papua, Brigjen Pol Yakobus Marjuki dalam keterangan persnya mengungkapkan, kondisi jenazah korban yang tidak rusak berat, memudahkan proses identifikasi Tim DVI.

“Sudah empat orang terindentifikasi, sementara empat jenazah lainnya masih menunggu kecocokan antara data antemortem dengan postmortem,” ungkapnya di RS Bhayangkara, Selasa (14/8/2018).

Keempat jenazah diidentifikasi berdasarkan data primer dan sekunder. Data primer itu di antaranya berupa sidik jari dan profil gigi, sedangkan data sekunder berupa properti pakaian yang melekat pada tubuh korban.

“Teridentifikasi para korban karena telah didukung minimal salah satu dari data primer atau didukung minimal dua data sekunder,” katanya.

Ramon menjelaskan, setelah Tim DVI Polda Papua melakukan identifikasi, keempat korban akan diserahkan ke pihak Demonim Air untuk selanjutnya diserahkan ke keluarga korban.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved