Pesawat Demonim Air Hilang Kontak

Cerita Co Pilot Bintang yang Luput dari Maut, Cuaca di Lokasi Kejadian Bisa Berubah Cepat

Co Pilot Bintang yang seharusnya bertugas saat itu, menyebut Wayan Sugiarta biasa menerbangi pedalaman Papua.

Cerita Co Pilot Bintang yang Luput dari Maut, Cuaca di Lokasi Kejadian Bisa Berubah Cepat
istimewa
Proses evakuasi penumpang dan Pesawat Dimonim Air PK-HVQ yang jatuh di Gunung Menuk, Distrik Aerambakon, Minggu (12/8/2018). 

TRIBUN BALI.COM, JAYAPURA - Pilot Dimonim Air nomor registrasi PK-HVQ yakni Lessie, dengan Co pilot, Wayan Sugiarta yang menjadi korban kecelakaan di Pegunungan Bintang Oksibil akhir pekan kemarin dikenal sebagai sosok yang baik di mata rekan kerjanya.

Co Pilot Bintang yang seharusnya bertugas saat itu, menyampaikan bahwa kedua rekannya biasa membawa pesawat jenis Twinotter Dimonim Air dan Wayan Sugiarta biasa menerbangi pedalaman Papua.

"Beliau (Khususnya Alm. Wayan Sugiarta) orangnya pendiam dan baik. Sehari-hari beliau ya suka bercanda juga dan cenderung asik," ucapnya saat dihubungi Tribun, Selasa (14/8/2018) malam.

Baca: Begini Kondisi Jasad Co Pilot I Wayan Sugiartha bersama 3 Jenazah yang Berhasil Diidentifikasi

Baca: KPK Tak Bisa Sentuh Terkait Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno Rp 500 Miliar

Co Pilot Bintang mengutarakan jika cuaca di wilayah yang dilewati kedua rekannya tidak dapat diprediksi karena cepat berubah saat itu juga.

Seperti dijelaskan Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, belaum lama ini, seharusnya yang bertugas menerbangkan pesawat nahas bukanlah Wayan Sugiarta

“Menurut informasi, rencana awal Co Pilot yang akan berangkat adalah Bintang. Namun menjelang keberangkatan diganti menjadi CO Pilot Wayan Sugiarta atas permintaan pilot,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Pesawat Dimonim Air hilang kontak pada Sabtu 11 Agustus 2018 lalu dan diperkiraan lokasi jatuhnya pesawat Demonim Air nomor registrasi PK-HVQ didapat dari informasi masyarakat yang sempat melihat pesawat terbang rendah di dekat Gunung Menuk.

Baca: Ilmu Hantu Prajurit Kopassus Bikin Prajurit AS Ketakutan hingga Jenderal di Pentagon Keheranan

Baca: Memaknai Gempa Bumi Berdasar Lontar Palelindon, Mulai dari Kepemimpinan Hingga Introspeksi Diri

Tim SAR berhasil mencapai lokasi setelah berjalan kaki selama kurang lebih 2 jam dari kampung terdekat, Kampung Oktamen.

Dan saat ditemukan kondisi pesawat tersebut dalam keadaan hancur setelah menghantam hutan belantara di Gunung Menuk.

Delapan penumpang ditemukan tewas dan 1 orang selamat. Korban selamat atas nama Jumaidi yang diperkirakan berusia 12 tahun. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved