Polisi Bongkar Aksi Bobol Brankas Gus Alit dari Tato Kalajengking

Aksi Gus Alit ini terbilang licin, dari Februari 2018 lalu menjadi buronan, baru diringkus 11 Agustus 2018 kemarin

Polisi Bongkar Aksi Bobol Brankas Gus Alit dari Tato Kalajengking
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Tersangka dan barang bukti yang disita polisi saat berada di Mako Polresta Denpasar, Rabu (15/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Unit Jatanras Satreskrim Polresta Denpasar berhasil meringkus, I Gusti Putu Alit Jaya Putra (39), yang tinggal di kos Perumahan Indah Regency Nomor 7 Jalan Imam Bonjol Denpasar.

Aksi Gus Alit ini terbilang licin, dari Februari 2018 lalu menjadi buronan, baru diringkus 11 Agustus 2018 kemarin.

"Tersangka ini bisa kami ungkap berkat rekaman CCTV yang merekam tangannya. Nah, tangannya ini ada tatonya (gambar kalajengking). Dari situ kami bongkar dan tak bisa mengelak lagi," ucap Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol Arta Ariyawan, Rabu (15/8/2018).

Arta menyebut, selain mengamankan tersangka juga menyita sebuah HP Samsung Galaxy J1 yang didapat tersangka dari sebuah salon di Jalan Nakula Timur nomor 5 J Denpasar, kemudian sebuah DVR CCTV, dan uang tunai Rp 1,5 juta dari penjualan TV.

Disita pula dua buah BOX Cash Drawer (box uang), sebuah Brankas yang sudah tercongkel di TKP Jalan Nakula No. 5 Denpasar.

"Selain itu, kami juga amankan barang bukti linggis dan motor yang digunakan untuk melakukan kejahatan," beber Arta.

Arta mengurai, bahwa tim Resmob melakukan oleh TKP dan mendapatkan informasi di masing-masing TKP dengan Modus kejadian yang sama.

Selanjutnya, tim melakukan penyanggongan kepada tersangka selama beberapa hari.

Akhirnya, Sabtu (11/8/2018) sekira pukul 23.00 WITA berhasil melakukan penangkapan tersangka.

Tersangka disangkakan pasal 363 KUHP, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

"Tersangka ini beraksi sendiri sekitar jam 3 dan 4 pagi," bebernya.

Kepada penyidik, tersangka mengaku beraksi seorang diri dan dalam aksinya itu dia merusak brankas.

Sebelum menjalankan aksinya, tersangka berkeliling, ketika sudah ada target sasaran langsung distroni, terutama rumah-rumah kosong.

Hasil dari pencurian tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Dirusak kunci brankas pintunya. Membongkar sekitar satu jam," akuinya kepada penyidik. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved