Transformasi Kisah Romeo Juliet dalam Drama Gong Gaya Buleleng

Ini adalah kisah cinta tragis dua orang anak manusia, Romeo dan Juliet karya penulis Inggris William Shakespare

Transformasi Kisah Romeo Juliet dalam Drama Gong Gaya Buleleng
Tribun Bali/Putu Supartika
Drama Gong Romeo Juliet ditampilkan dalam Bali Mandara Mahalango, Kamis (17/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ini adalah kisah cinta tragis dua orang anak manusia, Romeo dan Juliet karya penulis Inggris William Shakespare.

Kisah ini diangkat dalam Drama Gong gaya Bali Utara atau Buleleng oleh Teater Seme Putih, Desa Banyuning, Buleleng.

Ditampilkan dalam Bali Mandara Mahalango V di Kalangan Ayodya Art Center, Kamis (16/8/2018), pementasan ini memukau sekaligus mengocok perut penonton karena diselingi lawakan yang sangat kocak.

Kisah ini bermula dari keluarga Montague dan keluarga Capulet yang selalu bertengkar dengan setting di Verona.

Karena sering terjadi pertengkaran, maka Romeo dari keluarga Montague memutuskan untuk bersenang-senang bersama saudaranya Mercutio.

Saat bersenang-senang mereka tiba pada acara pementasan joged, dan yang menari joged adalah Juliet, anak dari keluarga Capulet.

Romeo ngibing dan dari sanalah mereka mulai saling jatuh cinta walaupun keluarga mereka tidak akur.

Dengan bantuan Frater Lawrence, Romeo dan Juliet pun menikah secara sembunyi-sembunyi.

Sementara itu, pihak keluarga Juliet berharap agar Juliet menikah dengan Pangeran Varis, seorang tua renta tapi kaya.

Pada suatu ketika terjadilah sebuah tragedi yang membuat Romeo diusir dari Verona karena dirinya membunuh Tybal, keponakan dari Capulet.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved