Umat Hindu Bali Bersiap Gelar Upacara Panca Wali Krama, Soal Larangan Ngaben Begini Kata PHDI

Umat Hindu di Bali bersiap menggelar upacara besar 10 tahunan yang dikenal dengan Panca Wali Krama (PWK), yang puncaknya pada 6 Maret 2019.

Umat Hindu Bali Bersiap Gelar Upacara Panca Wali Krama, Soal Larangan Ngaben Begini Kata PHDI
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana memberikan sambutan saat pembukaan Pesamuhan Madya III di Kantor PHDI Bali, Kamis (16/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Umat Hindu di Bali bersiap menggelar upacara besar 10 tahunan yang dikenal dengan Panca Wali Krama (PWK), yang puncaknya pada 6 Maret 2019.

Pada pelaksanaan Panca Wali Krama ini, umat tidak boleh melaksanakan upacara ngaben.

Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, karya-karya agung seperti Panca Wali Krama merupakan proses penyucian alam.

“Karenanya, selama batas waktu tertentu dilakukan proses negtegan karya atau mapanyengker agar peristiwa-peristiwa suci bisa dipertahankan guna mendukung kesuksesan penyelenggaraan karya agung tersebut,” terang Sudiana di sela-sela Pesamuhan Madya III di Kantor PHDI Bali, Denpasar, Kamis (16/8).

Dan, larangan melaksanakan upacara pengabenan di Bali serangkaian digelarnya Panca Wali Krama tertuang dalam lontar Bhama Kerthi.

“Jadi, larangan pengabenan itu sudah tertuang dalam sastra-sastra agama,” imbuhnya.

Bahkan, kata dia, pada PWK tahun 2009, batas waktu yang tidak dibolehkan untuk ngaben atau makingsan di geni yaitu selama dua bulan, dari Februari sampai April.

“Atas dasar itu pula, sejumlah warga yang meninggal pada kurun waktu tersebut akan dilakukan prosesi penguburan pada malam hari, dan memakai sarana obor,” ungkapnya.

Selanjutnya, guna mematangkan persiapan karya agung Panca Wali Krama di Pura Besakih, PHDI Bali menggelar Pesamuhan Madya III pada Kamis (16/8).

“Pesamuhan ini membahas tentang filosofis PWK, serta larangan, apa yang dibolehkan dan tidak dibolehkan, serta apa yang harus dilakukan oleh umat Hindu selama upacara berlangsung,” paparnya.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved