Orang Hutan Mangap Nunas Tirta, Begini Uniknya Prosesi Tumpek Kandang di Kebun Binatang Bali

Saat prosesi sembahyang bersama, para binatang ini pun ikut nimbrung di sekitar karyawan yang mengadakan persembahyangan.

Orang Hutan Mangap Nunas Tirta, Begini Uniknya Prosesi Tumpek Kandang di Kebun Binatang Bali
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Orang utan membuka mulutnya saat jero Mangku memercikkan tirta pada upacara Tumpek Kandang di Bali Safari & Marine Park, Gianyar, Sabtu (18/8/2018). 

Upacara maupun bantennya sama seperti mengupacarai manusia karena binatang-binatang itu dijiwai oleh Sanghyang Rare Angon.

Manusia itu adalah makhluk utamanya daripada binatang-binatang seperti, burung, ikan, dan sebagainya, demikianlah Sanghyang Rare Angon menjadikan sarwa binatang sebagai badan utama Beliau.

Untuk upakara yang digunakan juga dijelaskan dalam Lontar Sundarigama.

Widi-widanania, suci, daksina, peras, penek ajuman sodaan putih kuning, canang lenga-wangi burat wangi, penyeneng pasucian, astewakne ring sanggar, pengarcane ring sang Hyang Rare Angon. Kunang ring sarwa pasu, patik wenang ane pengacinia, yan sopi kebo, widi-widanania, tumpeng sesayut abesik, penyeneng, reresik, jarimpen canang raka, yan bawi lua, tipat belekok, yan sarwa paksi, sato, itik, angsa, puter, titiran, saluwiring tipat sida purna, tipat bagia, tipat pandawe, dulurane penyeneng tatenus.

Artinya: Banten untuk ternak jantan yaitu tumpeng, sesayut 1, panyeneng, reresik, jerimpen, canang raka, sedangkan banten untuk ternak betina sama seperti ternak jantan hanya ditambah ketipat belekok blayag, pesor dan untuk bangsa burung atau unggas yaitu ketupat kedis, ketupat sidha purna, bagia, penyeneng, tetebus kembang payas. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved