Soroti Fenomena Kecanduan Internet, Zat Kimia Rilis Klip “Candu Baru”

Album Candu Baru telah dirilis setahun lalu. Tetapi, video klip ini baru saja rampung dan akan dirili.

Soroti Fenomena Kecanduan Internet, Zat Kimia Rilis Klip “Candu Baru”
Istimewa
Zat Kimia 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Album Candu Baru telah dirilis setahun lalu. Tetapi, video klip single yang menjadi judul album ini baru saja rampung dan akan dirilis Minggu malam (19/8/2018).

Candu Baru bisa disebut sebagai single andalan. Sebab, banyak permintaan agar lagu ini dibuatkan video klip.

“Mungkin karena paling banyak yang request, kebetulan nyambung aja, marketbility lagi,” ujar Ian, vokalis Zat Kimia dalam jumpa persnya Sabtu (18/8/2018).

Single ini mencoba merespon gaya hidup zaman sekarang tentang hal baru yang membuat kecanduan, seperti penggunaan internet. Kecanduan inilah yang kemudian menggelitik Zat Kimia.

Orang-orang sibuk mengecek gawai di manapun dan kapanpun. Perubahan perilaku ini juga dirasakan Ian saat orang-orang menonton konser. Fenomena ini pula yang kemudian direspon Zat Kimia dalam bentuk lagu.

“Kita kalau nonton musik,  fokus nonton. Sekarang banyak sekali yang nonton musik lebih fokus ngupload daripada nonton konsernya. Enggak salah juga karena ga bisa dilawan,” ungkapnya.

“Kalau Candu Baru ini sebenarnya jurnal pribadi karena aku yang nulis kan berdasarkan pengalaman sendiri. Waktu itu ngeh, ngapain dikit-dikit ngecek HP? Jadi hampir semua waktuku habis di HP,” imbuhnya.

Bagi Zat Kimia, lagu ini tidak bermaksud untuk melontarkan kritik. Mereka hanya menyampaikan realitas yang ada saat ini.

Dalam istilah Ian, single Candu Baru adalah landmark atau sebuah tanda penunjuk bahwa saat ini kita sedang berada di situasi ini.

Mainkan Konsep Kolase

Video klip Candu Baru mengusung konsep kolase, yakni memadukan berbagai macam bahan.

Esa Bani selaku director penggarapan video klip mencoba membuat sesuatu yang berbeda. Bani mengambil potongan gambar dan video dari internet dan kini akan mengunggahnya kembali ke internet.

Dalam prosesnya, mereka menggunakan green screen sehingga diperlukan kerja sama dengan band untuk penggarapan.

“Jadi konsepnya dari internet untuk internet,” ujarnya singkat.

Penulis: Ida Ayu Suryantini Putri
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved