Teater Mandiri

JPRUTT, Teror Mental ala Putu Wijaya di Atas Panggung Ksirarnawa

Dalam bagian akhir surat itu dikatakan bahwa negara yang kaya raya ini tidak maju karena rakyatnya tidur. Bangsa pemalas.

JPRUTT, Teror Mental ala Putu Wijaya di Atas Panggung Ksirarnawa
Tribun Bali/Putu Supartika
Pementasan JPRUTT di Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Minggu (19/8/2018). 

Usai membaca surat itu ia marah karena kata-kata itu keluar dari Prof Co, bule yang berasal dari Amerika.

Ia kecewa, kenapa tulisan itu harus keluar dari 'mulut' bule dan bukan dari Ami, anaknya.

"Kenapa bule-bule yang berperan dalam begara kita!" kata Pak Amat.

Dalam kekalutan itu ia bertemu dengan seorang kontestan bupati nomor 3, Bunda Agung Prameswari.

Pak Amat lalu bertanya terkait kondisi sosial politik saat ini kepada Bunda Agung Prameswari.

Ia juga bertanya, "Kenapa yang datang dari barat selalu dianggap bagus dan mengapa yang dikatakan pribumi masuk telinga kanan keluar telinga kiri?"

Ia juga mengatakan apa yang dibacanya dalam surat Prof. Co, Indonesia sudah merdeka 73 tahun tapi mental bangsa kita masih mental budak.

Pertanyaan maupun pernyataan itu hanya ditanggapi biasa oleh Bunda Agung Prameswari.

Hingga akhirnya Pak Amat mengatakan bahwa semua itu dikatakan oleh Prof Co, calon bupati itu langsung mengagung-agungkan kata-kata itu.

"Memang diharuskan pakai obyek bule baru mulut kita berharga," keluh Pak Amat menyaksikan hal itu.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved