Teater Mandiri

JPRUTT, Teror Mental ala Putu Wijaya di Atas Panggung Ksirarnawa

Dalam bagian akhir surat itu dikatakan bahwa negara yang kaya raya ini tidak maju karena rakyatnya tidur. Bangsa pemalas.

JPRUTT, Teror Mental ala Putu Wijaya di Atas Panggung Ksirarnawa
Tribun Bali/Putu Supartika
Pementasan JPRUTT di Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Minggu (19/8/2018). 

Ia menganggap bahwa mulut pribumi sulit dipercaya dan orang hanya percaya mulut bule.

Sementara itu, Prof Co karena cinta pada Indonesia bahkan mengubah namanya menjadi Kangmas Paijo.

Tapi setelah mendengar bahwa ada kutipan atas nama dirinya ia merasa tertekan dan ingin membuat klarifikasi.

"Aku sama sekali tidak menghina bangsamu. Aku cinta negeri ini," katanya sembari menangis.

Akhirnya ia bertemu Bunda Agung Prameswari yang ternyata sudah berubah nama menjadi Ni Luh Ketek dan membuat klarifikasi.

Diakhir pementasan, Ami, anak Pak Amat mengatakan bahwa yang dikatakan dibaca dan dikutif pejabat itu bukan buah pikiran dari Prof Co.

Itu adalah artikel yang berisi buah pikiran Ami yang akan dikirim ke sebuah media dan sewaktu memberikan ke Pak Amat ia salah ambil.

Putu Wijaya pun berhasil melakukan teror mental pada penonton.

"Saya masih tetap dengan teror mental, bertolak dari yang ada. Saya ingin menggangu orang. Caranya menyiksa orang dengan berbagi pemikiran. Saya mengajak mereka terus berpikir," kata Putu Wijaya yang ditemui usai pementasan.

Dalam pementasan ini, juga bertabur berbagai lelucon satire, sindiran untuk para pejabat seperti menyerempet ke tiang listrik, KTP yang belum jadi-jadi, ataupun pejabat yang kebanyakan berjanji.

Juga ada celetukan berbahasa Bali semisal, kenken ne, atau mendep. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved