Idul Adha

Belajar Kepasrahan dan Keikhlasan dari Perayaan Idul Qurban

Umat Muslimin di seluruh Indonesia merayakan Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah atau Idul Qurban 2018.

Belajar Kepasrahan dan Keikhlasan dari Perayaan Idul Qurban
Istimewa
Perayaan Idul Qurban dengan melakukan sembelihan Hewan Qurban yang dilakukan Umat Muslim di Jalan Tukad Citarum, Denpasar, Rabu (22/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Umat Muslimin di seluruh Indonesia merayakan Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah atau Idul Qurban 2018.

Begitu juga umat Muslimin di Bali, khususnya umat Muslimin di Denpasar, yang turut merayakan perayaan Idul Qurban.

Satu di antaranya perayaan ini dilaksanakan di Tukad Citarum Denpasar, oleh Majelis Sentir Denpasar Bali.

Ketua Panitia Qurban Majelis Sentir, Deddy Cahyadi menyatakan, bahwa perayaan dilakukan sebagai pembelajaran akan kisah teladan Nabi Ibrahim as, yang ikhlas dan pasrah akan perintah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Karena itu, teladan itulah yang kini tengah dilakukan oleh umat Muslimin terutama Majelis Sentir. Kisah keteladanan itu, tentang kepasrahan perintah untuk melakukan sembelihan.

"Intinya dari qurban itu adalah belajar kepasrahan dan keikhlasan. Belajar dari kisah Nabi junjungan kami umat muslimin, Nabi Ibrahim as. Kalau ceritanya cukup panjang, ya. Tapi inti dari kisah Nabi Ibrahim itu menyangkut kepasrahan dan keikhlasan," ucap Dedy, kepada Tribun Bali, Rabu (22/8/2018).

Dedy menyebut, saat ini untuk idul qurban dari para anggota Majelis akan memotong hewan qurban, sekitar 19 ekor sapi dan 25 kambing. Sembelihan qurban ini dilakukan sekitar pukul 8.30 Wita hingga selesai seluruh hewan qurban disembelih.

Nantinya, daging qurban seperti biasa akan dibagikan kepada masyarakat sekitar dan juga ke fakir miskin, anak yatim dan juga orang yang membutuhkan lainnya.

"Pastinya akan dibagi-bagi, sebagai bentuk kebersamaan dan cinta kasih terhadap sesama," ungkapnya.

Dedy mengaku, bahwa dengan idul qurban ini, maka sangat berharap toleransi antar umat tetap terjaga. Khususnya di Bali, sebagai Pulau yang sangat menjaga toleransi umat beragama.

Pun juga, ada sebagai doa bagu saudara umat Muslim dan Umat lainnya yang berada di Lombok, semoga diberi keikhlasan dan kepasrahan atas ujian Tuhan YME.

Sebelumnya, pihaknya pun sudah mengirim bantuan berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya ke Lombok NTB, usai peristiwa pilu gempa Lombok 7,4 SR.

"Kami turut berduka dengan bencana gempa di Lombok. Dan semoga bencana itu, menjadi sebuah kepasrahan dan keikhlasan akan ujian Allah SWT, bagi saudara-sudara kita di sana. Semoga diberi ketabahan, dan semoga tidak ada bencana lagi, sehingga aktifitas masyarakat di sana segera pulih dan berjalan dengan sebaik-baiknya," ujarnya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved