Berita Banyuwangi

Memperkenalkan Pencak Sumping dari Dusun Mondoluko Banyuwangi

Di dusun Mondoluko terdapat kesenian Pencak Sumping, yang merupakan tradisi pencak silat turun temurun

Surya/Istimewa
Atraksi pesilat dalam seni Pesilat Sumping, di Dusun Mondoluko. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Dusun Mondoluko, terletak di Desa Tamansari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Di dusun ini terdapat kesenian Pencak Sumping, yang merupakan tradisi pencak silat turun temurun.

Mulai tahun ini, tradisi Pencak Sumping dilestarikan dengan masuk dalam agenda Banyuwangi Festival 2018.

Warga Dusun Mondoluko, tiap perayaan Hari Raya Idul Adha memiliki tradisi menggelar bersih kampung.

Mereka selamatan dengan membaca lontar Yusuf dan seni Pencak Sumping.

Pencak Sumping merupakan seni beladiri seperti pencak silat.

Bedanya, Pencak Sumping tidak diperbolehkan tarung, melainkan lebih pada seni gerakan silat.

Menurut Rahayis, Ketua Adat Mondoluko, Pencak Sumping ini berawal saat leluhur dusun ini, Buyut Idoh, berani melawan penjajah Belanda.

Untuk menyingkirkan Buyut Idoh, Belanda, mengadu domba dengan seseorang dari luar desa.

Akhirnya Buyut Idoh ditemukan tewas dengan banyak luka, bahkan organ perutnya terburai keluar.

Halaman
123
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved