Ngopi Santai

Penampilan Luar Biasa Stefano Lilipaly Bersama Timnas, Tak Kenal Lelah Demi Merah Putih

Stefano Lilipaly jadi perbincangan seluruh pecinta bola Indonesia. Bagaimana tidak, Pemain naturalisasi ini membuat jutaan pasang mata warga Indonesia

Penampilan Luar Biasa Stefano Lilipaly Bersama Timnas, Tak Kenal Lelah Demi Merah Putih
HERKA YANIS PANGARIBOWO/TABLOID BOLA
Pemain timnas u-23 Indonesia, Stefano Lilipaly, merayakan gol ke gawang Hong Kong pada laga Grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (20/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, -- Stefano Lilipaly jadi perbincangan seluruh pecinta bola Indonesia.

Bagaimana tidak, Pemain naturalisasi ini membuat jutaan pasang mata warga Indonesia terpesona dengan gaya permainan saat membela Timnas Indonesia U-23 berlaga mengarungi babak penyisihan ASIAN Games 2018, dia menunjukkan kualitasnya dengan skill, umpan dan gol spektakulernya.

Fano panggilan akrab Lilipaly mencetak gol salto ke gawang China Taipe, memberikan umpan manis pada irfan jaya dan Hanif Syahbandi kala membungkam Hong Kong, dan mengelabui Vasudeva Lilley Nunez, palang pintu timnas Hong Kong sebelum menceploskan gol ke gawang, dan pastinya tarian fano di atas altar suci sepak bola membuat suporter timnas berdecak kagum.

Tak jarang suporter Indonesia meneriakkan namanya diiringi tabuhan genderang di atas tribun penonton.

Pada akhirnya Fano dan kawan-kawan menjadi pamuncak klasemen grup A dengan mengemas 9 poin dan lolos ke babak 16 besar.

Malam kemarin, saat Timnas Garuda bersua dengan timnas Uni Emirat Arab , Fano lagi-lagi menunjukkan kualitas dan semangat juang tinggi, bersama kolega bahu membahu untuk membalas ketertinggalan akibat dua bonus gol cuma-cuma Uni Emirat Arab (UEA) yang diberikan wasit Shaun Robert Evans, asal Australia lewat titik penalti.

Bermain tanpa lelah Fano seolah-olah menyampaikan pesan pada Indonesia, dialah anak yang sempat hilang yang kini kembali kepangkuan ibu pertiwi. Luis Milla, sosok arsitek Timnas U-23 tak salah memilih dia.

Walaupun timnas Indonesia kalah melalui drama adu penalti dan drama yang dimainkan sejumlah pemain Uni Emirat Arab yang tak elok dilakukan di atas lapangan, suporter Indonesia harus tetap mengapresiasi dan bangga atas kinerja punggawa-pungawa timnas yang sudah banyak berubah.

Sempat diragukan oleh Luis Milla, nyatanya pemain kelahiran Belanda ini menunjukkan performa yang ciamik di Liga Indonesia. Mengoleksi 8 gol kala itu mencatatkan nama fano sebagai top skor sementara.

Dan pelatih berkebangsaan Spanyol ini pun memanggil Fano di detik-detik akhir jelang kontra  Korea Selatan U-23 dilaga ujicoba sebelum turun dibabak penyisihan Asian Games 2018.

Di Klub Sendiri, Bali United, Fano juga menunjukkan performa terbaiknya.

Sejak awal musim dia menjadi tumpuan dan ujung tombak kala Irfan Bachdim yang kerap dibekap cedera dan Ilija Spaso yang masih bergelut dengan kemandulan.

Fano menjadi opsi lain untuk memecah kebuntuan. Hasilnya dia menjadi top skor sementara diawal musim kompetisi liga 1.

Bagi saya, tak perlu putus asa dengan kekalahan dramatis timnas U-23. Lupakan kekalahan semalam yang banyak diwarnai drama oleh pemain Uni Emirat Arab dan wasit Shaun Robert Evans.

Saatnya menatap kedepan, istirahat sejenak kumpulkan energi, setelah itu dukung kembali Fano si anak hilang bersama timnas senior berlaga di Piala AFF 2018 yang akan berlangsung 8 November-15 Desember 2018. (*) 

Penulis: Rizal Fanany
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved