Wanda Hamidah Posting Sosok Penebar Kebencian Yang Diusir Dari Kampung, Ini Tanggapan Ahmad Dhani

Hal ini mengingat peristiwa yang menimpa musisi Ahmad Dhani yang dikepung oleh sejumlah warga saat berkunjung ke Surabaya.

Wanda Hamidah Posting Sosok Penebar Kebencian Yang Diusir Dari Kampung, Ini Tanggapan Ahmad Dhani
Kolase

Dalam video yang diunggahnya tersebut, Ahmad Dhani mengatakan demo yang dilakukannya adalah hal yang lucu.

Pasalnya, Ahmad Dhani menuturkan, dirinya bukanlah seorang presiden, menteri ataupun kapolri.

Terlebih, Ia menjelaskan dirinya tak memiliki backingan polisi maupun tentara.

"Aneh juga ya biasanya, yang didemo kan presiden, menteri, kapolri didemoin," jelas mantan suami Maia Estianty tersebut.

"Ini musisi di demo, udah gitu musisi yang nggak punya backing polisi, nggak punya backing tentara," lanjut dia.

Ayah dari Al, El dan Dul tersebut juga mengatakan dirinya hanyalah seorang oposisi.

"Kita ini kan oposisi ya, aneh," ujar Ahmad Dhani.

Bahkan, dalam video yang diunggahnya tersebut, Ahmad Dhani mengucapkan bahwa orang yang mendemo dirinya adalah massa pembela penguasa.

"Ini yang mendemo nih yang membela penguasa," ucap Ahmad Dhani.

Suami Mulan Jameela itu juga menyebut massa yang mendemo dirinya adalah sosok orang yang idiot.

"Mendemo orang yang tidak bekuasa,"sambung Ahmad Dhani.

Pria kelahiran Surabaya tersebut kembali mengungkapkan permintaan maafnya terhadap massa yang sudah mendukungnya di tempat dia akan berdeklarasi.

"Jadi saya ini nggak bisa keluar, mohon maaf pada teman-teman yang deklarasi, saya nggak bisa keluar dihadang sama polisinya membiarkan orang yang mendemo," kata Ahmad Dhani.

Terlebih, pria berusia 46 tahun itu menceritakan dirinya sudah sekita dua jam dibiarkan di dalam lobby hotel.

"Dua jam saya dibiarin nggak keluar," cerita Ahmad Dhani.

Dia mengatakan, dirinya tak keluar menemui pendemo lantaran takut emosi dan bersikap gaduh.

"Saya kan takut, kalau saya keluar, saya marah terus saya habisi semuakan repot,"ujar Ahmad Dhani.

Oleh sebab itu, dirinya memilih untuk bersabar menunggu di dalam lobby hotel.

Ahmad Dhani semula dijadwalkan hadir di acara deklarasi tersebut bersama Neno Warisman. Namun, Neno Warisman belum terlihat hadir.

Sebelumnya, aksi deklarasi Relawan Ganti Presiden 2019 yang dihadiri ratusan orang di sekitar Monumen Tugu Pahlawan Surabaya dibubarkan polisi.

Polisi menyebut aksi tersebut tidak memiliki Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dan banyak menuai protes dari warga Surabaya.

Tanggapan Wasekjen Rijalul Ansor 

Muhammad Maftuh selaku Wasekjen Rijalul Ansor Pusat ikut menanggapi vlog buatan Ahmad Dhani.

Ia merasa tersinggung karena seorang teman Dhani menyebut "Bansor idiot".

"Sebenarnya yang idiot ini siapa, Banser atau siapa," ujar pria yang akrab disapa Gus Maftuh itu pada TribunJatim.com.

Ia menambahkan, jika Ahmad Dhani datang baik-baik, pihaknya akan menerima dengan baik.

Datang baik-baik yang dimaksud adalah dalam bentuk konser atau sekedar silaturahmi.

"Tapi ini lain, Anda mau ngobrak-abrik Surabaya," kata Gus Maftuh.

"Surabaya tidak takut dengan itu."

Ada satu teman Ahmad Dhani lagi yang dalam vlognya menyebut hijabnya sempat ditarik-tarik.

Teman perempuan Dhani itu lalu menantang untuk "satu lawan satu".

Mengenai hal tersebut, Gus Maftuh memberikan tanggapan.

"Itu sudah masuk anarkisme," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya tak bermaksud menolak adanya aksi #2019GantiPresiden.

Tapi, yang ditolak adalah esensi yang ada di baliknya.

"Sebenarnya tujuan Anda ini bukan untuk ganti presiden," kata Gus Maftuh.

"Tapi, ganti NKRI ini untuk menjadi negara khilafah."

"Kami sudah cukup tahu dasar itu karena kami punya intelejen yang menyelidiki siapa di belakang mereka." (*)


Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved