6 Tokoh Terima Penghargaan Bali Mandara Parama Nugraha, Siapa Saja Mereka?

Sebanyak enam orang tokoh menerima penghargaan Bali Mandara Parama Nugraha tahun 2018, dirangkaian dengan penutupan Bali Mandara Mahalango 2018

6 Tokoh Terima Penghargaan Bali Mandara Parama Nugraha, Siapa Saja Mereka?
Tribun Bali/Putu Supartika
Penerima penghargaan Bali Mandara Parama Nugraha 2018, Selasa (28/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak enam orang tokoh menerima penghargaan Bali Mandara Parama Nugraha tahun 2018.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Center, Denpasar, Selasa (28/8/2018) malam, dirangkaian dengan penutupan Bali Mandara Mahalango 2018.

Keenam tokoh tersebut yaitu I Nyoman Nuarta sang maestro pencipta patung Garuda Wisnu Kencana, Grace M. Tarjoto tokoh penyelamat beras merah Jatiluwih, ABG Satria Naradha pemimpin kelompok media Bali Post, Ketut Bangbang Gde Rawi tokoh perintis kalender Bali, Pande Wayan Suteja Neka tokoh pelestari seni dan budaya yang berjasa memajukan pariwisata Bali, dan I Made Sidja seniman serba bisa yang masih berkiprah hingga usia senja.

Keenam tokoh ini merupakan hasil seleksi dari 11 tokoh yang diseleksi secara ketat oleh sembilan penyeleksi.

Kriteria yang menjadi penerima yaitu Inovatif, mempunyai komitmen membangun Bali, telah mendapat penghargaan dan pengakuan, produktif, ekonomis, dan jadi panutan masyarakat.

Ketua panitia Bali Mandara Parama Nugraha yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan, penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi bagi tokoh yang memberikan kontribusi penting dalam pengabdian dan komitmen di bidangnya masing-masing.

Selain wujud apresiasi dan penghargaan, diharapkan juga dapat memotivasi masyarakat, khususnya generasi muda untuk konsisten meneruskan pengabdian sesuai keahlian masing-masing.

"Tahapannya sudah dimulai Januari 2018 yang melibatkan berbagai pihak. Dilakukan seleksi dari 11 nominator yang cukup ketat dan ditetapkan enam tokoh yang terdiri atas tokoh seni budaya, media pers, ekonomi, dan pertanian," kata Mahendra.

Pihaknya menambahkan, masih banyak tokoh lain yang berkontribusi terhadap Bali sehingga penghargaan semacam ini perlu dilaksanakan secara berkesinambungan.

"Menandai 10 tahun pelaksanaan program Bali Mandara juga diluncurkan buku 26 tokoh penerima penghargaan Bali Mandara Parama Nugraha, yang memuat perjalanan hidup dan sumbangsih penerima dari tahun 2014 hingga 2018, dan kami berharap buku ini dapat menginspirasi dan meneladani ke 26 tokoh penerima," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menyampaikan rasa hormat dan penghargaan kepada penerima baik sebelum ini maupun penerima malam ini.

"Terimaka kasih selama 10 tahun telah mendukung program Bali Mandara. Ini adalah kesempatan terakhir saya memberikan penghargaan Bali Mandara Parama Nugraha, kepada tokoh atau pemuka masyarakat yang secara konsiten menyumbangkan pengabdian untuk daerah dan masyarakat Bali," kata Pastika.

Penghargaan ini merupakan apresiasi tertinggi dari Pemprov Bali yang berdedikasi dan memiliki pengabdian sesuai bidangnya masing-masing.

"Saya melihat langsung sangat banyak pemuka masyarakat yang berdedikasi tinggi untuk kemajuan Bali. Kepada pemuka dan kelompok masyarakat yang ngayah, ikhlas, dan sungguh-sungguh selama 10 tahun terakhir, saya menetapkan 6 orang penerima penghargaan ini," katanya.

Ia yakin bukan penghargaan ini tujuan dari pengabdiannya melainkan ngayah dengan tulus ikhlas.

"Saya berharap dedikasi dan pengabdian terhadap kesejahteraan krama Bali terus ditingkatkan sehingga jadi motivasi untuk aktif dalam pembangunan Bali," imbuh Pastika.(*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved