Breaking News:

Aprindo Berharap Sektor Ritel Terus Didorong Bantu Kuatkan Ekonomi Indonesia

Sumbangsih sektor ritel (konsumsi rumah tangga) dalam pertumbuhan ekonomi nasional di Quartal II-2018 sebesar 2,76 persen

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Sekretaris Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali, I Made Abdi Negara. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sumbangsih sektor ritel (konsumsi rumah tangga) dalam pertumbuhan ekonomi nasional di Quartal II-2018 sebesar 2,76 persen dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,26 persen.

Hal ini menjadi bukti bahwa sektor ritel harus terus didorong untuk bisa menggerakan ekonomi secara umum.

Terlebih data real yang disajikan, Bali hanya bertumbuh 3,75 persen di  tengah pertumbuhan secara nasional yang disebut terbaik dalam 4,5 tahun belakangan, menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali, I Made Abdi Negara menjelaskan, lambatnya pertumbuhan ekonomi disebabkan banyak faktor, antara lain bencana Gunung Agung dan sekaligus sekarang terimbas dari musibah gempa bumi di Lombok, yang juga dirasakan dan berimbas ke Pulau Dewata.

“Lebih jauh, melihat data secara nasional, FMCG menyumbang lebih dari separuh pertumbuhan ekonomi, tentu saja Bali harus melakukan langkah-langkah nyata untuk kembali mendorong performa ekonomi di sektor ritel,” jelasnya kepada Tribun Bali, Rabu (29/8/2018).

Beberapa yang disoroti oleh Abdi, antara lain kepastian hukum dalam aspek legalitas dan perizinan, isu politik, dan termasuk perlindungan pada pengusaha lokal, agar terus tumbuh dan berkembang menjadi bagian dari action yang harus dilakukan semua pihak untuk mendorong tumbuhnya sektor ritel secara massif.

Selain itu, pihaknya berharap pemerintah baik provinsi maupun kabupaten, hadir dalam proses mendorong pelaku usaha ritel kecil dan menengah untuk mengelola perusahaan dengan manajemen modern dan terstruktur.

“Ini penting, dalam era kompetisi seperti saat ini, kita harus bergerak dan mau berusaha lebih untuk memajukan diri, tanpa itu maka kita akan tergilas oleh kompetisi itu sendiri,” tegasnya.

Sumbangsih sektor ritel dalam data, jelas dia, cukup banyak.

Terlihat dari pertumbuhan sektor Fast Moving Consumer Goods (barang konsumsi rumah tangga) pada Semester I-2018 meningkat 4,3 persen dibanding Semester I-2017.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved