Overstay Karena Alasan Ini, WN Jepang Dideportasi

Rudenim Denpasar melakukan deportasi pada warga negara Jepang karena melebihi izin tinggal atau over stay

Overstay Karena Alasan Ini, WN Jepang Dideportasi
Istimewa

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Jajaran Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, melakukan Tindakan Adminstratif Keimigrasian berupa pendeportasian orang asing berkewarganegaraan Jepang, yang tinggal di Indonesia melebihi dari Izin tinggal yang diberikan (overstay), pada hari Selasa (28/8/2018) lalu sekitar pukul 22.00 WITA.

Jumat (31/8/2018) saat diwawancarai Tribun Bali, Kepala Rumah Detensi Imigrasi (KARUDENIM), Agung Narayana menjelaskan, WNA Jepang bernama Sato Shigero awalnya tiba di Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai Bali pada tanggal 30 November 2016 dan menggunakan fasilitas Bebas Visa Kunjungan yang hanya berlaku selama 30 Hari.

Selama 30 hari tersebut Sato Shigeru mengunjungi beberapa daerah di Indonessia termasuk sampai di Kota Bandar Lampung, untuk mengunjungi seorang teman lamanya yang dulu pernah dikenal dan pernah bekerja di Jepang.

"Setibanya di Bandar Lampung inilah permasalahan mulai timbul," ujarnya.

Sakit gula yang sebelumnya diderita kembali kambuh.

Dalam keadaan sakit, ia berpikiran untuk menambah masa izin tinggalnya agar tinggal lebih lama lagi.

"Menurut pengakuan Sato saat diperiksa, tanpa menyadari bahwa melebihi izin tinggal sesuai yang diberikan selama 219 hari," tuturnya.

Selama sakit, ia tinggal di rumah seorang temannya bernama Aji Sapto Putro di Daerah Pringsewu Bandar Lampung.

Namun, ketika dalam proses penyembuhan, Sato dilaporkan oleh masyarakat sekitar ke Kantor Imigrasi Lampung, karena di daerah mereka ada orang asing yang tinggal cukup lama yang diperkirakan tidak memiliki izin tinggal.

Halaman
12
Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved