Gunakan Kuitansi Fiktif, Ketua Yayasan Ini Harus Berurusan dengan Polisi

“Dugaan tindak pidana korupsi terjadi pada penyalahgunaan dana bantuan hibah kegiatan perjalanan ziarah Wali Songo."

Gunakan Kuitansi Fiktif, Ketua Yayasan Ini Harus Berurusan dengan Polisi
istimewa
Tiga Pelaku Tindak Pidana Korupsi di Bali Ini Diamankan Polisi, Kerugian Capai Rp 200 juta. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jajaran Satreskrim Polresta Denpasar berhasil mengungkap kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di wilayah hukumnya.

Dari kasus tersebut, polisi pun mengamankan tiga pelaku yakni masing-masing berinisial HMAN (38) asal Tabanan, HMS (41) asal Lamongan, dan SMS (43) asal Jombang.

“Dugaan tindak pidana korupsi terjadi pada penyalahgunaan dana bantuan hibah kegiatan perjalanan ziarah Wali Songo. Serta pengadaan pakaian seragam oleh Yayasan Al-Ma'ruf Denpasar yang bersumber dari APBD Perubahan Kota Denpasar T A 2016,” ungkap Waka Polresta Denpasar AKBP Nyoman Artana didampingi kasat Reskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan, Kamis (6/9/2018).

AKBP Nyoman Artana menambahkan, tindak pidana korupsi ini dilakukan pada kurun waktu tahun 2016 sampai dengan tahun 2017 di Yayasan Al-Ma'ruf Denpasar.

Perbuatan tersebut dilakukan oleh tersangka HMAN selaku Ketua Yayasan Al-Ma'ruf Denpasar.

Denpasar dan selaku pemohon dana bantuan hibah untuk kegiatan perjalanan ziarah Wali Songo dan pengadaan pakaian seragam pada APBD Perubahan TA 2016, tidak dapat mempertanggungjawabkan dana bantuan hibah tersebut.

Dana hibah kegiatan perjalanan ziarah Wali Songo dan pengadaan pakaian seragam sebesar Rp 200 juta.

Dalam kegiatan tersebut, tidak dilaksakanakan dan dalam laporan pertanggung jawaban mempergunakan nota dan kuitansi fiktif dan dalam pengajuan permohonan tersebut dibantu oleh pelaku HMS dan SMS.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan menyampaikan, barang bukti yang didapat dari pelaku di antaranya dokumen perjalanan ziarah Wali Songo, dokumen pakaian seragam ziarah Wali Songo beserta kuitansi pembayaran untuk belanja hibah kepada Ketua Yayasan Al-Ma'ruf Denpasar sebesar Rp 200 juta.

“Untuk saat ini ketiga pelaku masih diamankan oleh unit Reskrim Polresta Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Pasal yang disangkakan yakni Pasal 2 Jo. pasal 3 Jo. Pasal 9 pasal Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved