Ambisi Para Ilmuwan Menghidupkan Kembali Kuda Purba dari Zaman Es Lewat Prosedur Kloning

Tim ilmuwan di Siberia berharap bisa mengidupkan kembali spesies kuda yang hidup sekitar 40.000 tahun lalu melalui prosedur kloning

Ambisi Para Ilmuwan Menghidupkan Kembali Kuda Purba dari Zaman Es Lewat Prosedur Kloning
Michil Yakovlev/The Siberian Times via KOMPAS.com
Peneliti berharap mendapatkan DNA dari mumi kuda berusia antara 30.000-40.000 tahun. 

TRIBUN-BALI.COM - Tim ilmuwan di Siberia berharap bisa mengidupkan kembali spesies kuda yang hidup sekitar 40.000 tahun lalu melalui prosedur kloning.

Sementara ini mereka sedang berjuang untuk mendapatkan materi genetik yang mungkin bisa menghasilkan sel-sel hidup yang dapat digunakan untuk mengkloning seekor anak kuda yang telah terawetkan.

Tubuh kuda yang dikenal sebagai Lena Horse atau Equus lenensis tersebut ditemukan pada bulan Agustus dan digali dari lapisan es yang mencair di kawah Batagaika di Yakutia, sebuah wilayah di Rusia bagian timur.

"Jika kita menemukan satu sel hidup, kita bisa mengkloning kuda purba ini. Kita bisa melipatgandakannya dan mendapatkan embrio sebanyak yang kita butuhkan," kata Woo-Suk Hwang, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam analisis mumi kuda purba ini.

Tim menilai akan lebih mudah melakukan kloning pada kuda purba dibandingkan dengan mammoth.

Sebab kuda modern bisa berfungsi sebagai induk pengganti untuk embrio yang dikloning.

Sementara itu, kloning pada mammoth lebih rumit.

Persoalannya, gajah memang satu keluarga dengan mammoth yang sudah punah, tetapi mereka bukan kerabat dekat.

Jadi, mammoth yang dikloning akan menjadi hibrida gajah-mammoth yang direkayasa secara genetik.

Namun demikian, kloning kuda zaman es ini bisa menjadi langkah menuju kloning mammoth di kemudian hari yang memang sudah direncanakan oleh Hwang.

Meski begitu, beberapa ilmuwan yang tidak terlibat dalam penelitian ini menyangsikan keberhasilan kloning dari mumi kuda.

Pasalnya, kloning hanya dimungkinkan ketika DNA hewan asli utuh, sedangkan mayoritas DNA dalam spesimen zaman es biasanya terdegradasi menjadi puluhan juta keping.

Bisa dibilang, menemukan inti yang tidak rusak dengan genom utuh atau sel beku yang dapat dipulihkan merupakan hal yang sulit.

"Jika DNA dari kuda purba tersebut bisa dipulihkan, para ilmuwan mungkin dapat membangun urutan genom dengan membandingkan DNA anak kuda yang telah punah dengan genom kuda hidup," ujar Beth Shapiro, profesor ekologi dan biologi evolusi di University of California, Santa Cruz.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ambisi Para Ilmuwan "Bangkitkan" Kuda Purba dari Zaman Es

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved