Polsek Banjarangkan Berhasil Amankan Pelaku Pembuangan Orok di Penasan

Jajaran Polsek Banjarangkan akhirnya berhasil mengungkap ibu kandung dari jenazah orok yang ditemukan di saluran irigasi Subak Penasan

Polsek Banjarangkan Berhasil Amankan Pelaku Pembuangan Orok di Penasan
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Warga di Dusun Penasan, Desa Tihingan dikenjutkan dengan penemuan orok di saluran irigasi subak Penasan, Senin (27/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Setelah kurang lebih 11 hari melakukan penyelidikan, jajaran Polsek Banjarangkan akhirnya berhasil mengungkap ibu kandung dari jenazah orok, yang ditemukan mengapung di saluran irigasi Subak Penasan, Desa Tihingan, Banjarangkan, Senin (27/8/2018) lalu.

Ibu kandung sekaligus pelaku aborsi dan pembuang orok tersebut, diketahui berinisial GA (19), warga Banjarangkan, Klungkung.

"Pelaku sudah diambil keterangannya oleh penyidik Polsek Banjarangkan," ujar Kapolres Klungkung, AKBP Bambang Tertianto, Sabtu (8/9/2018)

Namun demikian, pihak kepolisian belum dapat menahan garis tersebut, karena harus dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatannya di RSUD Klungkung.

Kapolsek Banjarangkan AKP Ni Luh Wirati menjelaskan, wanita pelaku pembuangan orok tersebut ada indikasi mengalami infeksi.

Sehingga harus menjalani pemeriksaan di RSUD Klungkung.

Pihak kepolisian pun belum bisa memberikan penjelasan lebih detail, karena masih dilakukan pengembangan.

"Kami siang sampai malam bekerja, untuk mengungkap kasus ini," jelasnya

Selain mengamankan GA (19), Polsek Banjarangkan juga mengamankan DA (18), Mahasiswa asal Banjarangkan, Klungkung.

DA merupakan teman pria GA (19), yang diajak berhubungan layaknya suami istri hingga hamil.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga dikagetkan dengan penemuan jenazah orok yang tenggelam di saluran irigasi subak Penasan, Desa Tihingan, Banjarangkan, Klungkung, Senin (27/8/2018).

Saat ditemukan, tali pusar masih menempel di perut orok tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, orok bayi itu berjenis kelamin perempuan dengan luka lecet di kedua kakinya.

Panjang orok 25,5 cm dari kepala hingga tumit, dengan berat 600 gram.

Diperkirakan usia orok sekitar 5 sampai 6 bulan.(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved