Rencana Kembangkan Green Energi, Begini Tanggapan Koster Soal PLTU Celukan Bawang

Gubernur Bali, Wayan Koster akan mengembangkan energi listrik dengan konsep kemandirian energi

Rencana Kembangkan Green Energi, Begini Tanggapan Koster Soal PLTU Celukan Bawang
Tribun Bali/Putu Supartika
Sertijab Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2023, Sabtu (8/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster akan mengembangkan energi listrik dengan konsep kemandirian energi.

Ia mengatakan, saat ini Bali memiliki kesiapan listrik sebesar 1290 megawatt kebutuhan optimalnya 800 megawatt.

"Dari 1290 megawatt itu, 340 megawatt dari Paiton melalui kabel laut. Kedepan kita memenuhi kebutuhan kita di Bali tidak perlu ketergantungan sama Paiton. Cuma 340 megawatt kita bangun aja. Harus green energi," kata Koster dalam pidatonya di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi Bali, Sabtu (8/9/2018).

Saat ini di Celukan Bawang ada pembangkit listrik (PLTU) dengan kapasitas 300-an lebih megawatt dengan bahan bakar batubara dan akan dikembangkan lagi 300 megawatt dengan bahan bakar batubara lagi.

"Saya bicara dengan yang menginvestasi di situ, 'Bapak boleh melanjutkan usaha ini asal bahan bakarnya diganti dengan gas. Kalau batubara bapak pakai, saya tidak akan setujui, kalau bapak sudah punya izin akan saya cabut izinnya,'. Buat saya begitu karena kita harus mengembangkan usaha sehat, mengurangi polusi harus berdasarkan energi yang ramah lingkungan, berkelanjutan dengan memanfaatkan air laut, matahari, air ter, atau energi terbarukan minimal gas. Jangan memikirkan yang lain lagi titik," katanya.

Ia melanjutkan, "Yang kini masih dengan bahan bakar batubara saya sudah berbicara secara bertahap agar dikonversi ke gas. Kalau tidak mau dengan konsep ini ya, jangan lama-lama di Bali. Kita bikinkan usaha sendiri kita buatkan Bali incorporeted."

Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi ia akan mengembangkan ekonomi berbasis pariwisata di perbatasan antara kabupaten kota.

"Misal contoh yang Joger, Bedugul itu sudah jadi kawasan yang akan disambung sampai ke Wanagiri agar betul-betul satu jalur kawasan," katanya.

Membuat branding Bali dan akan dibuatkan rumah desain dengan merekrut anak-anak kreatif lulusan SMK, Politeknik, Arsitek untuk terus membuat desain semisal desain cincin atau tas agar seperti Jepang.

"Kita akan melakukan pembangunan kawasan ekonomi untuk mendukung pariwisata di Buleleng, Jembrana, Bangli, Karangasem, Tabanan, Gianyar. Juga membangun taman kunjungan wisata seperti Disneyland atau Universal Studio di Singapura, bisa di Jembrana atau tempat lain," imbuhnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved