Diduga Bantu Proses Aborsi, Dukun Urut Lansia di Klungkung Jadi Tersangka, Begini Komentar Polisi

Wanita lansia itu merupakan tukang urut asal Desa Pempatan, Rendang, Karangasem yang diduga kuat membantu proses aborsi

Diduga Bantu Proses Aborsi, Dukun Urut Lansia di Klungkung Jadi Tersangka, Begini Komentar Polisi
Istimewa
Kapolsek Banjarangkan, AKP Ni Luh Wirati meminta keterangan pelaku pembuangan orok, WDA (18) yang diamankan di Polsek Banjarangkan, Jumat (7/9). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Rasa lelah jelas teraut dari wajah Kapolsek Banjarangkan, AKP Ni Luh Wirati saat ditemui di ruangannya, Minggu (9/9/2018).

Ia dan jajarannya terus melakukan pengembangan, pasca penangkapan dua sejoli yang diketahui sebagai pelaku kasus pembuangan orok di yang ditemukan mengapung di saluran irigasi Subak Penasan, Desa Tihingan, Banjarangkan, Senin (27/8) lalu.

" Saya belum dapat istirahat. Saya dan anggota terus dalami perkembangan kasus ini," jelas AKP Ni Luh Wirati dengan ramah.

Ia pun memberikan sedikit keterangan, terkait dengan pengembangan kasus ini. Pihaknya mengaku telah menetapkan seorang tersangka, berinisial Ni Wayan A (70).

Wanita lansia itu merupakan tukang urut asal Desa Pempatan, Rendang, Karangasem yang diduga kuat membantu proses aborsi yang dilakukan oleh KDG (19), warga Dusun Penasan, Banjarangkan, Klungkung yang merupakan ibu sekaligus pelaku pembuangan orok tersebut

"Dukun urut ini sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Hanya saja belum kami lakukan penahanan, karena faktor usia. Tapi kami akan segera amankan," ungkap Ni Luh Wirati

Tersangka Ni Wayan A lebih dikenal sebagai dukun urut bagi penderita hernia.

Diketahui, perut KDG sudah dua kali dipijat oleh Ni Wayan A diantar kekasihnya, WDA (18) warga asal Banjar Selat, Banjarangkan, Klungkung, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan informasinya, KDG melakukam aborsi atas arahan kekasihnya, WDA yang masih bertatus mahasiswa

"Sempat pengakuan KDG, sebelum orok itu lahir ia sempat diberikan jamu oleh WDA. Tapi setelah kami dalami, itu jamu tidak bermasalah. Jamu biasa saja," ungkapnya. 

Halaman
1234
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved