Pasangan Kekasih Ini Tega Buang Bayi Hasil Hubungan Terlarang, Ternyata Ada Sosok Lain yang Membantu

Kedua sejoli tersebut diketahui sebagai pelaku kasus pembuangan jasad yang ditemukan mengapung di saluran irigasi Subak Penasan,

Pasangan Kekasih Ini Tega Buang Bayi Hasil Hubungan Terlarang, Ternyata Ada Sosok Lain yang Membantu
ilustrasi/kbk
ilustrasi bayi yang dibuang 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kasus penemuan jasad bayi di saluran irigasi Subak Penasan, Desa Tihingan, Banjarangkan, Senin (27/8) lalu, makin terang.

Polisi menetapkan tersangka baru, yakni seorang dukun urut Ni Wayan A (70).

Kapolsek Banjarangkan, AKP Ni Luh Wirati saat ditemui di ruangannya, Minggu (9/9/2018), penetapan status tersangka pada seorang wanita lansia adalah hasil pengembangan kasus setelah diamankannya dua sejoli.

Kedua sejoli tersebut diketahui sebagai pelaku kasus pembuangan jasad yang ditemukan mengapung di saluran irigasi Subak Penasan, Desa Tihingan, Banjarangkan, Senin (27/8/2018) lalu.

Baca: Waspadi Penyakit African Swine Faver dari Tiongkok Masuk Bali

Baca: SEDANG BERLANGSUNG LIVE STREAMING Trans7 MotoGP, Siapa Layak Selebrasi di Podium Juara

Baca: Sadar Aksinya Direkam CCTV, Gadis 20 Tahun Ini Bikin Adegan Ini Bersama Sang Pacar Hingga Viral

Wanita lansia itu merupakan tukang urut asal Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem.

Dia diduga kuat membantu proses aborsi yang dilakukan oleh pelaku KDG (19), warga Banjarangkan, Klungkung.

KGD adalah ibu sekaligus pelaku pembuangan orok tersebut

"Dukun urut ini sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Hanya saja belum kami lakukan penahanan, karena faktor usia. Tapi kami akan segera amankan," ungkap Ni Luh Wirati

Dari keterangan yang digali polisi, KDG melakukan aborsi atas arahan kekasihnya, WDA yang masih bertatus mahasiswa

"Sempat pengakuan KDG, sebelum orok itu lahir ia sempat diberikan jamu oleh WDA. Tapi setelah kami dalami, itu jamu tidak bermasalah. Jamu biasa saja," ungkapnya.

Dari mana dua sejoli ini mendapatkan informasi dukun urut Ni Wayan A, yang mampu melakukan aborsi.

Sementara, saat ini KDG masih menjalani rawat inap di RSUD Klungkung karena mengalami infeksi. Sementara, WDA sudah mendekam di sel tahanan Polsek Banjarangkan.

Diberitakan sebelumnya, jajaran kepolisian berhasil mengungkap pelaku lembuangan jasad berusia berusia sekitar 5-6 bulan yang ditemukan mengapung di saluran irigasi Subak Penasan, Desa Tihingan, Banjarangkan, Senin (27/8/2018) lalu. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved