Punya Nilai Sejarah Zaman Penjajahan, Monumen Perjuangan Desa Munggu Kini Justru Tak Terurus

Mengenal sejarah di zaman sekarang mungkin menjadi hal yang tidak menarik, apalagi hanya sekadar melihat dan mengetahuinya

Punya Nilai Sejarah Zaman Penjajahan, Monumen Perjuangan Desa Munggu Kini Justru Tak Terurus
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Monumen Perjuangan di Desa Munggu terlihat tidak terawat dengan bendera Merah Putih disampingnya, Minggu (9/9/2018). 

Karena takut diserang, mereka pun pergi menuju ke arah Desa Munggu.

Saat itu mereka bertemu warga desa dan menceritakan bahwa mereka kabur untuk menghindari kejaran musuh.

Hingga akhirnya warga desa memberikan tempat dan menyelamatkan mereka dari kejaran musuh.

"Kita tampung mereka yang melarikan diri karena takut diserang dari para musuh dahulu, dan kita selamatkan mereka," ujarnya.

Walaupun asal mereka bukan dari desa ini, warga tetap menyelamatkan mereka, baru ketika situasi mereda mereka kembali ke tempat asalnya.

Para pejuang itu merasa tertolong hingga akhirnya merasa sangat berjasa telah membantu membantu pelarian mereka.

Hingga akhirnya muncul ide inisiatif dari para tokoh di bawah pimpinan Guru Kugeg untuk membangun monumen perjuangan.

"Karena jasa itulah, mungkin inisiatif dari para tokoh pejuang Guru Kugeg dibangun monumen ini untuk mengingat dari pada regenerasi muda kedepannya untuk mengingat tokoh-tokoh," ungkapnya kepada Tribun-Bali.com.

Diperkirakan, monumen ini dibangun pada tahun 1990-an, namun tidak ada bukti sah kapan ini dibangun.

"Itu menurut Penglingsir dan pejuang yang ada di sini kalau gak salah 5 orang," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved