Waspadai Penyakit African Swine Fever (ASF) Dari Tiongkok Masuk Bali

Dalam waktu relatif singkat penyakit ini telah ditemukan di tujuh tempat dalam lima provinsi di Tiongkok Timur

Waspadai Penyakit African Swine Fever (ASF) Dari Tiongkok Masuk Bali
Tribunnews
Ilustrasi babi. 

TRIBUN-BALI.COM - Kementerian Pertanian Tiongkok untuk pertama kali mengumumkan terjadi wabah penyakit African swine fever (ASF) atau “Demam Babi Afrika” (Reuter Beijing (3/8/ 2018).  Penyakit ini ditemukan di kota Shenyang, Provinsi Liaoning.

Dalam waktu relatif singkat penyakit ini telah ditemukan di tujuh  tempat dalam lima provinsi di Tiongkok Timur, yakni Liaoning, Henan, Jiamusi, Zhejiang dan Ahui.

Menyikapi kondisi demikian, pemerintah Tiongkok telah meng-eliminasi (culling) sekitar 30 ribu babi untuk menghentikan penyebaran penyakit (The Telegraph 5/9/18). Kemungkinan besar penyakit masih akan meluas, karena populasi babi di Tingkok diperkirakan 500 juta, melebihi setengah populasi babi dunia. Bandingkan Indonesia hanya memiliki 4 juta babi.

Lembaga pangan dunia FAO menyatakan, hampir pasti ASF akan menyebar ke negara Asia lainnya, termasuk Indonesia.

Menyikapi kondisi demikian, asosiasi epidemiologi dokter hewan Indonesia yang tergabung dalam AEVI akan mengadakan Seminar Pendidikan Keprofesian dengan thema “ Situasi Terkini African Swine Feverdi Asia dan Resiko Masuknya Virus ASF ke Indonesia” (15/9/2018) di Bogor.

Penyebaran ASF ke Tiongkok sudah diprediksi 11 tahun lalu, ketika penyakit dari Afrika ke Georgia, Armenia, Rusia bagian Barat dan Azerbaijan (2007), lalu Ukraina dan Belarus 2013.

Peringatan lebih keras diungkapkan dalam jurnal Veterinary Record Juli 2017 dengan judul  “Preparing for the worst, African swine fever in China”.

Peringatan ini didasarkan penemuan ASF di Irkutsk, Rusia, 1000 Km dari Tiongkok. Dari tulisan tersebut, pihak berwenang di Tiongkok menyiapkan diri agar mampu melakukan diagnosis laboratoris secara cepat dan tepat.

Meskipun ASF tidak menular ke manusia, Bali perlu waspada, mengingat Bali mempunyai populasi babi cukup tinggi, banyak turis dari Tiongkok dan hotel yang menggunakan makanan berbahan babi.

Apa itu ASF?

Halaman
123
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved