Liputan Khusus

Kisahkan Kepiawaian Silat Pendiri Bakti Negara, Made Wirasana: Sekali Jabat Tangan, Lawan Rebah

Laki-laki 81 tahun itu duduk penuh ketenangan di beranda rumahnya di Banjar Kaliungu Kelod, Denpasar.

Kisahkan Kepiawaian Silat Pendiri Bakti Negara, Made Wirasana: Sekali Jabat Tangan, Lawan Rebah
Tribun Bali/Ni Ketut Sudiani/ist
I Made Wirasana 

Menurut Wisatsana, di sinilah pentingnya berlatih pencak silat diikuti dengan semadi dan membaca sehingga menemukan kedalaman.

“Pernah saya melihat langsung Pak Ketut Pugeg yang sekali berjabat tangan, dia langsung bisa merebahkan lawan. Apalagi Pak Ceteg, itu luar biasa,” tuturnya.

I Ketut Pugeg dan I Wayan Ceteg adalah termasuk dalam tujuh pendekar yang pertama kali mendirikan perguruan pencak silat BAKTI, cikal bakal Bakti Negara

Ia menekankan, Bakti Negara tetaplah memegang peran yang sangat penting sebab sejarah mencatat Bakti Negara selalu berhasil memperoleh juara.

“Kalau dari segi prinsip dan jurus, ada perbedaan antara Bakti Negara dengan yang lainnya. Kami tidak ada pakai ilmu ‘setrum’. Sedangkan di perguruan yang lain, itu ada. Makanya kalau dipukul, mereka tidak apa-apa, kebal. Setengah sadar mereka. Bakti Negara ini tidak. Dari segi jurus juga beda,” ungkap Wirasana yang mulai bergabung dengan Bakti Negara sejak tahun 1962.

I Bagus Alit Dira dalam catatannya menuliskan, dengan terus menerus mempelajari ilmu ini serta memahiri ilmu beladiri, akan mendapatkan faedah baik fisik maupun mental yang selanjutnya menjadi jalan hidup seseorang.

Tujuan Bakti Negara adalah melatih cipta, rasa, dan karsa, mengembangkan jati diri manusia bukan bertujuan untuk menunjukkan ego.

Menurutnya, ilmu sebagaimana hidup adalah sesuatu yang berkembang dan tidak statis, demikian pula halnya dengan teknik-teknik beladiri tidak memiliki batas.

Sama halnya dengan huruf (abjad) yang jumlahnya dapat dihitung, namun dapat menghasilkan kata dan kalimat yang jumlahnya bisa beribu-ribu bahkan berjuta-juta.

Guru hanya mengajarkan sebagian kecil dari aspek seni beladiri, kemampuan akan ditemukan sendiri oleh pesilat melalui latihan secara tekun. (*)

Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved