Back on the Track, Bank Mandiri Cetak Laba Rp 12,2 Triliun, Kredit Tumbuh 11,8 Persen YoY

Laju positif ditopang pertumbuhan kredit segmen korporasi besar sebesar 22,2 persen dan pertumbuhan kredit segmen mikro sebesar 24,8 persen

Back on the Track, Bank Mandiri Cetak Laba Rp 12,2 Triliun, Kredit Tumbuh 11,8 Persen YoY
Tribun Bali/Karsiani Putri
Diskusi Bank Mandiri pada Kamis (13/9/2018) dalam acara Investor Summit di Hotel Aston Denpasar, Bali 

Disamping itu Bank Mandiri juga secara konsisten terus memperbaiki kualitas krdit produktif antaralain melalui strategi collection yang efektif.

Alhasil rasio Non Performing Loan (NPL) Bank Mandiri pun membaik dari 3,82 persen pada triwulan II/2017 menjadi 3,13 persen pada Triwulan II/2018 sehingga memangkas alokasi biaya pencadangan Bank Mandiri menjadi Rp 7,9 triliun dari Rp 9,3 triliun pada periode yang samatahun sebelumnya.

Dirinya menjelaskan bahwa kinerja solid tersebut menunjukkan bahwa Bank Mandiri telah melakukan perbaikan yang signifikan baik dari sisi pengelolaan aset produkstif serta penajaman fokus bisnis meskipun kondisi perekonomian eksternal masih belum sepenuhnya kondusif.

“Kami berupaya untuk terus agresif dalam menangkappeluang bisnis yang ada di pasar dengan memanfaatkan kekuatan produk dan layanan keuangan Mandiri Grup. Disamping itu kami juga konsisten dalam melakukan efisiensi biaya dan optimalisasirecovery kredit bermasalah agar tetap dapat membukukna profibilitas dan memberi keuntungan kepada pemegang saham,” ucap Rully.

Dirinya menambahkan bahwa bisnis Bank Mandiri senantiasa berorientasi pada ncitaan nilai tambah dan hal ini terlihat dari komposisi portofolio kredit dimana 78,2 persen bersifat produktif dan hanya 21,8 persen yang bersifat konsumtif.

Hingga Juni 2018, penyaluran kredit investasi Bank Mandiri mencapai Rp 206,4triliun, tumbuh 7,2 persen secara YoY sedangkan kredit modal kerja naik 9,8 persen menjadi Rp 318,5 triliun.

“Sebagai Bank BUMN kami juga terus menjaga konsistensi dalam mendukung program-program strategis pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan mendorong pemerataan pembangunan,” ujar Rully dalam rilis yang diterima Tribun Bali, Kamis (13/9/2018).

Contoh nyata dukungan tersebut terlihat melalui kinerja Bank Mandiri dalam penyaluran kredit infrastruktur. Hingga akhir Juni 2018 total kredit infrastruktur yang disalurkan mencapai Rp 165,8 triliun atau 65 persen dari total komitmen yang diberikan, yaitu Rp 255,3 triliun.

Kredit tersebut disalurkan kepada lebih dari tuhuj sektor, yakni transportasi (Rp 39,3 triliun), tenaga listrik (Rp 36,8 triliun), migas dan energi terbarukan (Rp 24,1 triliun), kontruksi (Rp 18,3 triliun), jalan (Rp 10,6 triliun), perumahan rakyat dan fasilitas kota (Rp 9,5 triliun), telematika (Rp 17,5 triliun) dan infrastruktur lainnya (Rp 9,6 triliun).

Bentuk dukungan lain Bank Mandiri juga terlihat pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp 8,27 triliun hingga Juni 2018 atau telah mencapai 56,8 persen dari target Rp 14,56 triliun pada tahun ini.

Halaman
123
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved