Jumlah Penderita Meningkat Dua Kali Lipat, Lombok Barat Tetapkan Wabah Malaria Jadi KLB

Meluasnya wabah malaria di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat ( NTB) makin mengkhawatirkan

Jumlah Penderita Meningkat Dua Kali Lipat, Lombok Barat Tetapkan Wabah Malaria Jadi KLB
KOMPAS.com/FITRI R
Suriatun (30), pasien malaria asal dusun Medas, Desa Kekait, tengah menjalani perawatan intensif di Puskesmas Gunung Sari, Lombok Barat, Rabu (12/9/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, LOMBOK BARAT - Meluasnya wabah malaria di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat ( NTB) makin mengkhawatirkan.

Wabah malaria sudah meluas dari semula hanya terdapat di Kecamatan Gunung Sari, kini menyebar hingga ke dua kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Batu Layar dan kecamatan Lingsar.

Kondisi ini menyebabkan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menetapkan status Kejadian Luar Biasa ( KLB) pada kasus malaria, terhitung Rabu (12/9/2018).

“Jadi kemarin pagi (Selasa, 11 September 2018) saya menandatangani semacam surat instruksi kepada semua pihak untuk ikut terlibat aktif mengatasi menjangkitnya malaria ini. Kemudian malamnya saya sudah menandatangani malaria ini sebagai KLB,“ kata Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid ke Kompas.com, Rabu (12/9/2018).

Setelah menandatangani status KLB untuk kasus malaria di Lombok Barat, Fauzan mengatakan sejak Rabu pagi, gerakan menangani malaria betul-betul masif.

Semua pihak ikut untuk mengatasi wabah ini, mulai dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Pemkab Lombok Barat.

"Awalnya Dinas Kesehatan Provinsi dan Kementerian Kesehatan hanya mem-backup, karena memang sesuai peraturan mereka tidak boleh aktif. Nah setelah KLB kita keluarkan sebagai dasar hukum, mereka kemudian punya payung untuk ikut aktif menangani malaria ini,” terangnya.

Dikatakannya meskipun tidak ada warga yang meninggal dunia karena malaria namun jumlah penderita malaria yang terus meningkat dua kali lipat bahkan lebih dari tahun 2017.

Sejumlah bayi dan ibu hamil dilaporkan telah terjangkit malaria dan menjadi indikator status KLB ditetapkan.

Sayangnya, Fauzan tidak memberikan keterangan berapa jumlah pasien malaria di wilayahnya.

Halaman
1234
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved