Lowongan Guru Terbanyak di Tabanan, Dijatah 319 Formasi CPNS, Tenaga Pendidik 174 Orang

Kabupaten Tabanan mendapat jatah perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 cukup besar yakni 319 kursi

Lowongan Guru Terbanyak di Tabanan, Dijatah 319 Formasi CPNS, Tenaga Pendidik 174 Orang
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
DOKUMEN NEGARA - Sekda Tabanan, Nyoman Wirna Ariwangsa, didampingi Kepala BKD-PSDM Tabanan, I Wayan Sugatra, menunjukkan dokumen negara terkait formasi CPNS, Rabu (12/9/2018). Tabanan mendapat jatah CPNS tahun 2018 sebanyak 174 formasi. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kabupaten Tabanan mendapat jatah perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 cukup besar yakni 319 kursi.

Sebanyak 174 orang di antaranya untuk pendidik, yang sekaligus merupakan jatah terbanyak.

Jatah perekrutan CPNS tahun 2018 itu telah diumumkan oleh Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dan sudah diterima Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.

Berdasarkan data yang diperoleh Tribun Bali, dari 319 jatah tersebut terbanyak dibuka lowongan untuk tenaga pendidik yakni 174 orang.

Di antaranya, S1 PGSD sebanyak 147, S1 Guru Pendidikan Agama Hindu 4, dan S1 Pendidikan Bahasa Bali 3.

Kemudian disusul tenaga kesehatan sebanyak 88 formasi.

Di antaranya dokter umum sebanyak 25 orang, perawat ners S1 3 orang, D3 sebanyak 23 orang, S1 Kesehatan Masyarakat sebanyak 3 orang, D3 Kesehatan Lingkungan 6 orang, Nutrisionis D3 Gizi 5 orang, Apoteker Ahli Pratama 8 orang, dan D3 Farmasi 15 orang.

Di samping itu ada formasi khusus dari eks tenaga honorer K2 sebanyak 29 orang, dengan rincian tenaga guru 28 orang dan tenaga kesehatan 1 orang.

Kemudian S1 Hukum 5 orang, Teknis Jalan dan Jembatan 3 orang, serta S1 Perikanan dan lainya.

"Atas seizin bupati, kami diminta sampaikan ke publik, bahwa pada tahun 2018 Tabanan dapat jatah sebanyak 319 orang," kata Sekda Tabanan, Nyoman Wirna Ariwangsa, didampingi Kepala BKD-PSDM Tabanan, I Wayan Sugatra, Rabu (12/9/2018).

Pengumuman tersebut menindaklanjuti hasil rapat di Jakarta terkait penerimaan CPNS tahun 2018.

Hasil rapat tersebut sudah diberikan surat keputusan Kemenpan-RB, Nomor 524 tahun 2018 ditujukan ke Bupati Tabanan tentang kebutuhan aparatur sipil negara di lingkungan Kabupaten Tabanan.

Untuk tahapan selanjutnya, kata dia, akan dilakukan seleksi terintegrasi melalu portal sscn.bkn.sch yang rencananya dimulai tanggal 19 September mendatang.

Kemudian jadwal testing dilaksanakan 19 Oktober 2019.

Pengumuman hasil seleksi akan diumumkan tanggal 20 November dan pada bulan Desember adalah pemberkasan.

"Untuk jadwalnya, masih bersifat tentatif," imbuhnya.

Sekda Wirna melanjutkan, khusus untuk pelamar guru K2 syaratnya paling rendah S1 per 31 Desember 2013.

Dan usia tidak boleh lebih dari 35 tahun.

Sedangkan untuk tenaga medis paling rendah D3 bidang kesehatan per November 2013 serta usia juga tidak boleh lebih dari 35 tahun.

Para pelamar CPNS ini pun diimbau agar mempersiapkan dirinya dengan sangat baik dan percaya atas kemampuan sendiri karena untuk bisa lulus atau tidak, tergantung calon pelamar, sebab tidak ada orang lain membantu melancarkan tes tersebut.

"Kami tekankan sekali lagi pelamar harus persiapkan diri dengan baik karena tes CPNS kali ini adalah murni," kata Kepala BKPSDM Tabanan, Nyoman Sugatra.

Ditambahkan, jatah 319 CPNS untuk Tabanan tersebut sebenarnya masih sangat kurang.

Sebab, Tabanan masih membutuhkan sekitar 1.000 lebih lowongan CPNS.

Namun pemerintah daerah tak bisa berbuat banyak karena keputusan perekrutan CPNS tahun ini sepenuhnya ditentukan pemerintah pusat.

Hanya 202 Kursi

Hal serupa juga dialami Pemkab Karangasem.

Mereka kekurangan sebanyak 593 PNS, namun hanya dapat jatah perekrutan CPNS tahun ini 202 kursi.

Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKSDM) Karangasem, Gusti Gede Rinceg, menjelaskan tahun ini Karangasem kembali merekrut CPNS setelah dua tahun lebih tak melakukan perekrutan.

Perekrutan kembali dilakukan karena Karangasem kekurangan PNS.

Selama dua tahun, 2016-2018, banyak PNS yang pensiun.

Paling banyak di sektor pendidikan (guru), dan sisanya di sektor kesehatan serta teknis.

"Kita kekurangan banyak (PNS). Tahun ini (2018) pegawai yang pensiun 203 orang. Tiap tahun pasti ada pegawai pensiun. Tahun mendatang (2019), pegawai pensiun mencapai 209 orang," jelas Gusti Rinceg, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/9/2018).

Ditambahkan, kuota CPNS 2018 yang diberikam pusat untuk Karangasem tak cukup mengisi kekosongan.

Kuota CPNS tahun 2018 sebanyak 202 kursi.

Formasi terbanyak yakni untuk guru dan tenaga kesehatan.

Seperti perawat, apoteker, dan bidan.

Rinceg akan mengusulkan tambahan CPNS ke pemerintah pusat untuk mengisi kekosongan di Pemkab Karangasem.

Usulan dikirim setelah rekrutmen CPNS 2018.

"Semoga ada respon positif," harapnya.

Untuk sementara, posisi yang lowong diisi tenaga kontrak.

"Sekarang jumlah tenaga kontrak sekitar 4.125 orang. Paling banyak tenaga kesehatan, guru, tenaga kebersihan di Dinas Perkim, serta tenaga pungut pajak di Badan Keuangan Karangasem," tambaah Rinceg.

Untuk diketahui, PNS di Karangasem berjumlah 6.677 orang.

Rincianya, fungsional sebanyak 4.564 orang meliputi pengajar, tenaga kesehatan, pengawas, dan penyuluh.

Sedangkan sisanya jabatan struktur, tersebar di beberapa OPD di Karangasem.

Formasi CPNS Provinsi Bali 2018
CPNS Provinsi Bali 2018 (Infografis: Tribun Bali/Dwi Suputra)

Buleleng Paling Banyak

Sebelumnya, sejumlah pemerintah daerah di Bali juga telah mengumumkan jatah pererutan CPNS tahun 2018.

Kabupaten Buleleng misalnya mendapat jatah sebanyak 332 formasi.

Buleleng termasuk mendapat jatah paling banyak dari seluruh pemkab/pemkot di Bali.

Rinciannya tenaga pendidik sebanyak 158 orang, tenaga kesehatan 126 orang, tenaga teknis/infrastruktur 37 orang, dan tenaga honorer eks K2 (Database Menpan) sebanyak 11 orang.

Sementara Pemkab Klungkung mendapat jatah 176 formasi, dan ini lebih tinggi dari pensiunan PNS di Klungkung tahun ini yang jumlah 141 orang.

Dari 176 formasi CPNS tersebut, tenaga pendidikan menjadi yang paling banyak dijatah yakni 70 orang, disusul tenaga kesehatan 56 orang dan teknis 50 orang.

Adapun Pemkot Denpasar mendapat jatah 249 kursi, Pemkab Badung 301, dan Pemkab Gianyar 322.

Pemkot Denpasar mengajukan usulan ke Kemenpan RB sebanyak 824 formasi.

Namun, kementerian menolak sebanyak 575 formasi, dan yang diterima hanya 249 kursi.

Ke-249 formasi ini pun hanya meliputi dua bidang, yakni 205 formasi tenaga pendidikan dan 44 tenaga kesehatan.

Sedangkan permintaan Pemkab Badung sebanyak 301 CPNS untuk 2018 ini, dipenuhi semua oleh kementerian.

Dari seluruh pemkab/pemkot di Bali, hanya permintaan Badung yang disetujui pusat sepenuhnya.

Dari 301 formasi CPNS di Pemkab Badung, rincian yang ditetapkan yakni formasi khusus eks tenaga honor kategori 2, untuk tenaga guru yakni 9 orang, tenaga guru 192 orang dan tenaga kesehatan 100 orang.

Sedangkan 322 formasi di Pemkab Gianyar terdiri dari 305 guru kelas ahli pertama (S1 PGSD) yang terbuka untuk pelamar umum, dan 10 tenaga guru yang berasal dari honorer K2 dengan syarat berpendidikan paling rendah S1 sebelum November 2018.

Disusul untuk tenaga teknis terdapat tujuh kursi, yakni satu formasi pengelola sistem informasi manajemen kepegawaian (D3 Informatika), tiga formasi pengelola teknologi informasi (D3 Informatika), satu formasi analis kepegawaian terampil (D3 Ilmu Kepegawaian/Ekonomi Manajemen SDM/Manajemen), dan dua formasi pengelola sistem informasi (D3 Teknik Informatika).

Untuk Pemkab Jembrana, jatah yang didapat 190 formasi.

Dari jumlah formasi tersebut, hanya untuk tiga bidang yakni tenaga pendidik, kesehatan, dan teknis dengan jumlah berbeda untuk masing-masing bidang.

Sementara Pemkab Bangli belum mengetahui serta mengumumkan jumlah resmi formasi CPNS 2018.

Hal ini dikarenakan pemerintah setempat belum bisa memenuhi undangan rapat dengan Kemenpan RB karena Bupati Bangli masih berkabung.

Meski demikian, Bangli dipastikan mendapatkan kuota untuk formasi CPNS.

Sebelumnya, BKD-PSDM Bangli menyampaikan kebutuhan pegawai baru di Bangli mencapai 1.560.

Namun dari hasil evaluasi Kemenpan-RB menggunakan sistem zero growth sesuai dengan batas usia pegawai (BUP), jumlah yang dibutuhkan disebutkan hanya 226 pegawai.

Kebutuhan sebanyak 226 pegawai tersebut oleh BKD-PSDM telah diusulkan kembali pada Kemenpan RB tahun ini.

Hanya saja, belum bisa dipastikan apakah dari total 226 usulan pegawai tersebut seluruhnya mendapat persetujuan. (mpa/ful)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved