14 Tahun Tersiksa Penyakit yang Dideritanya Sampai Harta Benda Ludes, Pria Ini Ajukan Suntik Mati

mata pria tersebut terus berkaca-kaca, saat menceritakan kisah hidupnya sebelum ia jatuh sakit dan tak berdaya di dalam kamarnya.

14 Tahun Tersiksa Penyakit yang Dideritanya Sampai Harta Benda Ludes, Pria Ini Ajukan Suntik Mati
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Afandi pria yang mengajukan permohonan suntik mati tergulai lemas di ranjangnya, Jumat (14/9/2018). 

"Dari hasil rekam medis baik USG dan endoskopi yang pernah di jalani Afandi, kami berkesimpulan ia mengidap maag kronis tapi lebih berujung pada gangguan psikis karena sakit yang ia derita tak kunjung sembuh," tambahnya.

Diungkapkannya, selama empat tahun terakhir Afandi tidak mau minum obat dari dokter, hanya berobat ke alternatif sehingga kondisinya semakin buruk.

Oleh karena itu, pihaknya merujuk Afandi ke rumah sakit agar ditangani secara intensif.

Selain itu, pihaknya juga akan konsultasi dengan dokter terkait diperlukan atau tidak penanganan psikis oleh dokter jiwa.

Pernyataan Kejaksaan

Kejaksaan Negeri Kabupaten Batang memberikan pernyataan terkait hebohnya kabar Afandi yang minta disuntik mati.

Kejari Batang menyatakan bahwa hingga kini tidak pernah menerima permohonan suntik mati yang diajukan oleh Afandi (48) warga Desa Timbang, Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang, Jumat (14/9/2018) malam.

Saat dikonfirmasi Tribunjateng.com via telepon, Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasidatun) Kejari Batang, Dista Anggara menegaskan, pihaknya tidak menerima permohonan dari Afandi, bahkan jika permohonan tersebut diterima tidak akan disahkan.

"Pihak manapun tidak akan mengesahkan permohonan suntik mati, karena melanggar pasal 344 KUHP yang menyebutkan, barang siapa menghilangkan nyawa orang lain atas pernyataan orang itu sendiri dengan sadar akan diancam hukuman 12 tahun kurungan," katanya.

Dia menambahkan, di Indonesia tidak mengenal euthanasia, atau praktik menghilangkan nyawa seseorang dengan cara memberikan suntikan.

"Di Republik Indonesia tidak mengenal istilah euthanasia, jadi, siapapun yang menghilangkan nyawa seseorang walaupun atas permintaan orang tersebut dipastikan melanggar hukum," terangnya.

Dia menegaskan tidak hanya pelaku yang menghilangkan nyawa seseorang yang akan dihukum, namun jika permohonan Afandi dikabulkan, pihak yang membantunya juga akan terkena sanksi.

"Kami belum menerima permohonan tersebut. Tapi jika benar ada permohonan itu, pihak Kejari sebagai penegak hukum juga tidak akan melegalkannya," timpalnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tak Tahan Idap Penyakit Parah, Afandi Mengaku Sudah Ajukan Permohonan Suntik Mati

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved