Ketut Gunaksa Tersangka Kasus Dugaan Pungli, Warga Jungutbatu Minta Penangguhan Penahanan

Mereka meminta Polda Bali menangguhkan penahanan Bendesa Adat Pakraman Jungutbatu, I Ketut Gunaksa yang ditahan kasus dugaan pungli

Ketut Gunaksa Tersangka Kasus Dugaan Pungli, Warga Jungutbatu Minta Penangguhan Penahanan
Istimewa
Warga menggelar aksi damai di pesisir Pantai Jungutbatu, Pulau Lembongan, Nusa Penida, Klungkung, Jumat (14/9/2018). Mereka menuntut pembebasan Bendesa Jungutbatu, Ketut Gunaksa, yang ditahan Pol Air Polda Bali terkait dugaan pungli terhadap para pengusaha speedboat. 

Ditahannya Bendesa Ketut Gunaksa, membuat warga khawatir program-program di desa adat akan terganggu.

Terlebih Wakil Bendesa Jungutbatu belum lama ini meninggal dunia, dan rencananya akan diaben Oktober nanti.

Pungutan Sesuai Perarem

Sementara Penasehat Desa Pakraman Jungutbatu, Ketut Supinia mengungkapkan, dalam aksi tersebut warga meminta kepolisian menangguhkan penahanan Bendesa Ketut Gunaksa.

Menurutnya, pelaksanaan penarikan retribusi ke wisatawan yang datang ke Lembongan sudah sesuai kesepakatan perarem dan keputusan dengan desa dinas.

Sebelum retribusi tersebut diberlakukan, sudah sempat diadakan pertemuan antara pihak adat, pengusaha adat, dan desa dinas di tahun 2012.

Dalam pertemuan itu, disepakati adanya penarikan retribusi kepada para wisawatan sebesar Rp 10 ribu yang dipungut saat wisatawan menyeberang dengan boat.

Hal ini lalu dituangkan ke perarem dan uangnya digunakan untuk kepentingan desa adat.

"Jadi saat itu disepakati, harga tiket boat dinaikkan Rp 10 ribu untuk retribusi wisatawan. Uang itu pun peruntukan dan pertanggungjawabannya jelas. Semua untuk pembangunan desa secara fisik, seperti pembangunan pura hingga kebutuhan masyarakat untuk ngaben massal dan sebagainya," jelas Supinia.

Ia pun khawatir, penahanan bendesa akan menganggu program di desa adat yang sudah disusun sejak jauh-jauh hari.

Halaman
1234
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved