Ketut Gunaksa Tersangka Kasus Dugaan Pungli, Warga Jungutbatu Minta Penangguhan Penahanan

Mereka meminta Polda Bali menangguhkan penahanan Bendesa Adat Pakraman Jungutbatu, I Ketut Gunaksa yang ditahan kasus dugaan pungli

Ketut Gunaksa Tersangka Kasus Dugaan Pungli, Warga Jungutbatu Minta Penangguhan Penahanan
Istimewa
Warga menggelar aksi damai di pesisir Pantai Jungutbatu, Pulau Lembongan, Nusa Penida, Klungkung, Jumat (14/9/2018). Mereka menuntut pembebasan Bendesa Jungutbatu, Ketut Gunaksa, yang ditahan Pol Air Polda Bali terkait dugaan pungli terhadap para pengusaha speedboat. 

Rencananya tahun 2019 mendatang, Desa Adat Jungutbatu akan menggelar ngaben massal tanpa pungutan biaya ke warga, termasuk ngeroras hingga ngenteg linggih.

Semua biaya ditalangi oleh desa adat Jungutbatu.

"Tidak ada pungli atau dananya untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Itu murni untuk kepentingan desa dan masyarakat desa," ungkapnya.

Berdasarkan Perdes

Tak hanya perarem, Perbekel Jungutbatu I Made Suryawan, juga menyatakan pungutan tersebut juga berdasarkan Peraturan Desa (Perdes) Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pungutan Asli Desa, yang sudah mendapatkan verifikasi dari Bagian Hukum Pemkab Klungkung.

Juga disertai Keputusan Bupati Klungkung Nomor 62/08/HK/2018 tentang Hasil Evaluasi Rancangan Peraturan Desa Jungutbatu tentang Pungutan Desa.

Artinya sudah dilengkapi surat tugas desa pakraman berdasarkan Perdes dan Perkel.

Untuk besar karcisnya dipungut wisatawan asing yang turun ke Desa Jungutbatu sebesar Rp 10 ribu per orang.

"Perdes itu berlaku sejak 14 Februari 2018," ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat telah mengetahui dan merasakan manfaat dari kebijakan pungutan tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved