Soroti Tak Ditahannya 3 Tersangka Dugaan Korupsi, ORI Bali Minta Kejari Denpasar Tak Diskriminatif

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan Provinsi Bali menyoroti tidak ditahannya tiga tersangka perkara dugaan penyalahgunaan dana

Soroti Tak Ditahannya 3 Tersangka Dugaan Korupsi, ORI Bali Minta Kejari Denpasar Tak Diskriminatif
Tribun Bali/Putu Supartika
Ketua Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhattab, saat ditemui di ruangannya, Senin (30/7/2018) sore. 

Lebih lanjut, pihaknya menilai nantinya siapapun orang yang terjerat kasus korupsi menjadikan kasus ini sebagai referensi agar tidak ditahan. Sebab jika melihat pasal yang disangkakan dalam kasus-kasus korupsi hampir sama.

"Jangan memandang besar kecilnya uang yang dikorupsi. Mestinya perlakuan terhadap para tersangka juga sama. Terkecuali ada hal-hal genting yang bisa mengancam nyawa tersangka," tegasnya.

"Daripada menimbulkan penafsiran yang bermacam-macam, kami minta kejaksaan tidak diskirminatif. Untuk tersangka korupsi sebaiknya ditahan," imbuh pria asal NTT itu.

Terkait alasan jaksa tidak menahan karena para tersangka selama ini kooperatif, Umar menyebutkan rata-rata orang yang diperiksa sebagai saksi atau tersangka kooperatif.

Yang perlu dikhawatirkan yakni apakah jaksa yakin tersangka tidak menghilangkan barang bukti atau melakukan permufakatan jahat sebelum sidang digelar.

Karena itu, agar persepsi publik tidak liar maka kejaksaan harus konsisten dan tidak membuat standar ganda.

"Publik bisa memiliki praduga tidak bagus. Bisa dugaan jaksanya masuk angin, atau adanya kongkalikong. Untuk menghindari hal itu, jangan membuat standar ganda. Jika kejaksaan konsisten membuat kepercayaan publik pada kejaksaan kembali menguat," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam perkara dugaan penyalahgunaan dana bantuan hibah ziarah dan pengadaan pakaian seragam, tiga pengurus Yayasan Al Ma'ruf yakni H Miftah Aulawi Noor (38), selaku Ketua Yayasan, dan H Mohamad Saifudin (41), Supeni Mayangsari alias Ibu Jero (43) selaku Pembina Yayasan tidak ditahan oleh Kejari Denpasar usai menjalani pelimpahan tahap II minggu lalu.

Kepala Seksi Inteligen dan Humas Kejari Denpasar, I Made Agus Sastrawan menyatakan, ketiganya tidak ditahan ada alasan subyektif dan obyektif.

Pun itu, merupakan pertimbangan jaksa penuntut tidak menahan para tersangka.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved