Liputan Khusus

Aktivitas Reklamasi Makin Jelas di Pelabuhan Benoa, GM Pelindo III Bantah Bangun Hotel & Mall

Aktivitas reklamasi di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, semakin jelas terlihat.

Aktivitas Reklamasi Makin Jelas di Pelabuhan Benoa, GM Pelindo III Bantah Bangun Hotel & Mall
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Aktivitas pengurugan laut di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Kamis (13/9/2018) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aktivitas reklamasi di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, semakin jelas terlihat.

Sejumlah alat berat tiap hari bekerja meratakan tumpukan pasir hasil pengerukan laut di kawasan pelabuhan terbesar di Bali ini.

Hijau mangrove yang ada di sekitar kawasan pengurukan kini tampak kuning, dan mati perlahan. Inikah proses menjadikan Benoa kawasan mewah dan eksklusif?

Nada suara Wayan Eka Saputra sontak meninggi ketika ditanya zona penunjang pelabuhan atau zona bisnis dan perdagangan yang tertuang dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Benoa, Kamis (12/9) pekan lalu.

General Manager (GM) Pelindo III Cabang Pelabuhan Benoa ini berkali-kali menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan membangun pusat perbelanjaan, dan hotel di kawasan pengembangan Pelabuhan Benoa.

Rencana itu bahkan ia sebut belum terpikirkan sama sekali hingga sekarang.

Rencana pembangunan zona bisnis di Pelabuhan Benoa tersebut kini menjadi kontroversi alias pro kontra di kalangan masyarakat Bali, karena dikhawatirkan ketimpangan ekonomi semakin parah antara Bali selatan, dengan utara, timur, dan barat.

Bagaimana tidak, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Padjaitan, dan Mantan Dirut Pelindo III IGN Askhara Danadiputra, serta mantan General Manajer Pelindo III Benoa Ardy Wahyu Basuki sempat membeberkan rencana mereka menjadikan Pelabuhan Benoa sebagai pelabuhan kapal pesiar terbesar di Indonesia, dan akan dibangun berbagai kegiatan bisnis, seperti kondotel, pusat perbelanjaan, dan berbagai kegiatan komersial lainnya.

"Sudah dibilang tidak ya tidak (tidak ada hotel dan pusat perbelanjaan). Dulu ya dulu. Sekarang kita fokus bicara ke depan. Ngapain lagi bahas yang dulu, capek kita mikirin itu saja," kata Eka Saputra dengan nada keras seraya meminta Tribun Bali tidak membahas soal itu.

"Mari kita berpikir positif saja. Pelabuhan Benoa ini milik kita semua," imbuh pria asal Bangli yang baru diberikan mandat memimpin Pelindo III Benoa sejak Oktober 2017 itu.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved