Hasil Karya Kerajinan Ulatan di Banjar Selalang Dikirim Hingga Luar Negeri

Warga Banjar Dinas Selalang, Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, sebagian besar warga bekerja sebagai perajin ate, ingka, dan tikar.

Hasil Karya Kerajinan Ulatan di Banjar Selalang Dikirim Hingga Luar Negeri
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kerajinan ulatan di Banjar Selalang, Seraya Barat, Karangasem. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Warga Banjar Dinas Selalang, Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, sebagian besar warga bekerja sebagai perajin ate, ingka, dan tikar.

Pekerjaan ini ditekuni warga sejak Februari 2002, sebelum peristiwa Bom Bali.

Komang Kirta (48), warga Banjar Selalang, Desa Seraya Barat mengatakan, pekerjaan mengulat ate, ingke, tikar digeluti lelaki maupun perempuan.

Biasanya warga mengulat mulai siang-sore. Mereka membuat tas, kotak, gelas, serta peralatan untuk restoran.

"Kegiatan ini digeluti sejak lama oleh warga di Desa Seraya Barat. Tujuannya untuk menambah pendapatan. Penghasilan dari berkebun dan ternak tidak cukup untuk penuhi kebutuhan seharinya," kata Komang Kirta belum lama ini.

Penghasilan warga dari mengulat ate, inke, dan tikar sekitar Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu perhari. Tergantung bentuk brang yang diolah. Seperti Harga ulatan tas lebih mahal dari gelas, maupun kotak. Hasil kerajinan warga dikirim ke Denpasar, serta ke luar negeri.

Untuk bahan, warga membeli di pengepul. Sedangkan pengepol beli di Flores. Satu ikat ate harganya sekitar Rp 15 ribu, bisa untuk membuat 1 tas harga Rp 50 ribu dan alas makan restoran.

"Pemasaran tidak masalah. Pengepul siap beli. Dulu, sebelum tahun 2002, sebagian warga kerja di bordir. Karena tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari, akhirnya beralih ke ate. Modalnya lebih kecil," ujar dia.

Perbekel Seraya Barat, I Wayan Parta Suarsa mengatakan, kerajinan ini berlangsung lama. Desa rencana membuat sentral kerajinan ate, ingke, dan tikar. Pengiriman rencana langsung dikelola. "Tapi baru rencana dari desa,"kata Parta Suarsa.

Kerajinan ate, ingke, dan tikar sangat membantu masyarakat di Desa Seraya Barat. Perekonomian warga mulai berkembang. Sekarang tak terpangku di sektor perkebunan dan peternakan.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved