Kisah Keberanian 3 Pilot Perintis Kemerdekaan RI yang Gugur Ditembak Pesawat Belanda

Ketiganya merupakan bagian dari 20 orang penerbang sekolah TALOA Academy of Aeronautics Amerika Serikat

Kisah Keberanian 3 Pilot Perintis Kemerdekaan RI yang Gugur Ditembak Pesawat Belanda
Istimewa/net
Dari kiri : Abdulrahman Saleh dan Adi Soemarmo, Adi Sutjipto 

TRIBUN-BALI.COM,  - Tak bisa dipungkiri, Indonesia selalu menamai jalan raya, bandara dan lain sebagainya yang bersifat untuk khalayak umum dengan nama para Pahlawannya.

Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menghargai, mengenang dan menghormati jasa-jasa para pahlawan Indonesia yang sudah berjuang demi kejayaan Merah Putih.

Seperti halnya dengan tiga nama bandara yang sering kita dengar yakni Jogja Adi Sutjipto, Solo Adi Soemarmo dan Malang Abdulrahman Saleh.

Ketiga bandara itu dinamai dari tiga orang pendiri/ Founding Fathers Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) yakni Komodor Muda Udara Agustinus Adisutjipto, Komodor Muda Udara Adi Soemarmo dan Komodor Muda Udara Abdulrahman Saleh.

Baca  : Jalani Diet Unik, Bule Polandia Ini Putuskan Pergi ke Bali Demi Temukan Buah-buahan Eksotik Ini
 

Ketiganya merupakan bagian dari 20 orang penerbang sekolah TALOA Academy of Aeronautics Amerika Serikat yang para kadet udara itulah pendiri AURI.

Pemberian nama ketiganya untuk masing-masing bandara di pulau Jawa itu tak lepas dari peristiwa nahas yang menimpa ketiganya.

Mengutip dari Angkasa : Para Sahabat AURI yang Terlupakan, awal peristiwa nahas ketiganya bermula pada 29 Juli 1947.

Saat itu Adi Soemarmo, Adi Sutjipto dan Abdulrahman Saleh menumpang pesawat Dakota VT-CLA yang hendak menuju Maguwo dari Singapura.

Pesawat tersebut membawa bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya untuk Indonesia.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved