Pekan Paralympic Provinsi Bali 2018 Diundur Pekan Depan Karena Alasan Ini

Peparprov Bali 2018 merupakan kompetisi olahraga yang diikuti para atlet difabel dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Bali

Pekan Paralympic Provinsi Bali 2018 Diundur Pekan Depan Karena Alasan Ini
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
I Gede Komang Darma Wijaya (kanan) dan Ketua NPC Bali, I Gede Nyoman Sumita (kiri) di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Bali, Minggu (16/9/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) Bali 2018 diundur.

Peparprov Bali 2018 merupakan kompetisi olahraga yang diikuti para atlet difabel dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Bali.

Event olahraga tersebut rencananya berlangsung tanggal 17-22 September 2018, namun diundur menjadi tanggal 25-30 September 2018.

Sekretaris National Paralympic Committee (NPC) Bali, I Gede Komang Darma Wijaya yang ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar, Bali, Minggu (16/9/2018) membenarkan kabar tersebut.

Ia mengatakan Peparprov diundur karena kesibukan panitia yang ikut berpartisipasi dalam acara Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Kota Denpasar, Bali hari Minggu (16/9/2018) lalu.

“Diundur jadi tanggal 25-30 September, diundur karena kesibukan mempersiapkan ini (Pawai Obor Asian Para Games 2018), kami kan orangnya segitu-segitu saja, jumlah panitianya cuma terbatas,“ ungkapnya.

Pembukaan Peparprov Bali 2018 pun rencananya akan berlangsung di Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Jalan Raya Puputan, Denpasar, Bali, Rabu (26/9/2018).

Sekitar 180 atlet dan official yang berasal dari masing-masing kabupten/kota di Bali akan mengikuti kegiatan Peparprov Bali 2018.

“Sekitar 180 atlet dan official dari masing-masing kabupaten/kota (yang ada di Bali),” ucapnya.

Ia juga memaparkan total anggaran untuk kegiatan Peparprov Bali 2018.

“Anggaran untuk Peparprovnya sekitar 310 juta untuk Peparprov saja,“ tambahnya.

Ia juga mengatakan karena keterbatasan dana NPC Bali pun hanya memberikan sertifikat dan piala saja bagi para juara nanti.

“Kami cuma sediakan sertifikat sama piala gitu saja, gak ada dapat medali karena anggarannya kurang, makanya penghargaannya sertifikat yang kami berikan. Mereka kan lebih butuh sertifikat untuk keperluan apa-apa, misalnya mereka melamar jadi pegawai itu sertifikatnya yang jalan bukan medalinya, tapi yang dapat juara satu itu tetap kami hitung sebagai medali emas,“ ujarnya.

Beberapa cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Peparprov Bali 2018 ialah Atletik, Catur, Tenis Meja, Renang, dan Goal Ball.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved