Pemkot Denpasar Siapkan Formasi CPNS untuk Disabilitas dan Cumlaude, Berikut Formasinya

Sebagai tindaklanjut atas Keputusan Menpan dan RB Nomor 526 Tahun 2018 tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara

Pemkot Denpasar Siapkan Formasi CPNS untuk Disabilitas dan Cumlaude, Berikut Formasinya
Penempelan formasi kebutuhan CPNS di Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara bersama Ketua Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhattab Rabu (19/9/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebagai tindaklanjut atas Keputusan Menpan dan RB Nomor 526 Tahun 2018 tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kota Denpasar Tahun Anggaran 2018, Rabu (19/9/2018) Pemkot Denpasar mengumumkan secara resmi Kebutuhan Jabatan beserta Kualiflkasi Pendidikan CPNSD Kota Denpasar Tahun 2018.

Selain jalur umum, ada juga jalur khusus untuk ikut seleksi CPNSD ini.

Jalur khusus eks tenaga honorer K2 dari Tenaga Pendidikan yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi sejumlah dibutuhkan sebanyak 7 orang yang memenuhi syarat paling rendah S1 sebelum bulan November 2013.

Baca : SKCK Digunakan Saat Pemberkasan CPNS 2018, Bukan Saat Pendaftaran, Begini Selengkapnya
 

Untuk disabilitas berjumlah 2 orang dimana 1 orang dalam jabatan apoteker dan 1 orang dalam jabatan guru Bahasa Bali.

Dan untuk lulusan cumlaude sejumlah 6 orang dengan formasi 4 orang dalam jabatan Dokter Umum dan 2 Orang dalam Jabatan Guru Matematika.

Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Denpasar, Komang Lestari Kusuma Dewi mengatakan untuk pelamar disabilitas diperlukan syarat berupa surat keterangan disabilitas dalam hal apa.

Baca : Pendaftaran CPNS 2018 Ternyata Bukan Hari Ini, BKN : Nanti Baru Diberitahu Kapan Waktunya Mendaftar
 

Sedangkan persyaratan secara umum yautu ijazah dan transkrip nilai asli, fotocopi ijazah dan transkrip nilai asli yang dilegalisir, dan KTP.

"Untuk pendaftaran belum dimulai karena portal SSCN belum siap," katanya.

Sementara itu, Ketua Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhattab mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawasan dari awal hingga akhir pelaksanaan seleksi CPNSD ini agar transparan dan menghasilkan output yang kredibel.

"Kita akan mengawasi setiap tahapan. Untuk kekursngan pihak Pemkot terkait SDM nanti kita akan melakukan analisa kebutuhan di setiap OPD. Selanjutnya kita akan coba sampaikan ke pusat terkait SDM ini. Buka SDM di Pemkot saja tapi kabupaten kota di bali akan kami data kebutuhan riilnya berapa," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved