Tekad Atlet Panahan Denpasar, Heriyanto di UNY Internasional Archery Open Tournament 2018

Heri merupakan satu di antara atlet panahan yang akan mengikuti UNY Internasional Archery Open Tournament 2018 di Yogyakarta

Tekad Atlet Panahan Denpasar, Heriyanto di UNY Internasional Archery Open Tournament 2018
Istimewa
Heriyanto. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mengikuti kejuaraan UNY Internasional Archery Open Tournament 2018 di Lapangan Panahan UNY, Yogyakarta, tanggal 18-24 September 2018, begini tekad atlet panahan Denpasar, Heriyanto.

Heri merupakan satu di antara atlet panahan yang akan mengikuti UNY Internasional Archery Open Tournament 2018 yang berlangsung di Yogyakarta.

Ia pun merasakan gugup menjelang turnamen tersebut, perasaan gugup dirasanya adalah sesuatu yang wajar untuk para atlet yang akan bertanding/berlomba.

“Masalah itu (gugup) hal yang biasa ya, setiap atlet pasti merasakan hal yang sama tapi siapa yang cepat menguasai diri dialah yang menang Insya Allah, ada (perasaan gugup) sih tapi sedikit, makanya itu bagian dari tujuan saya ikut kejuaraan keluar daerah untuk melatih mental biar lebih siap, karena dalam waktu dekat ada Kejurprov, Kejurnas, dan Indonesia Open yang rencana dilaksanakan di Bali,” ucapnya pada Tribun Bali saat dihubungi, Senin (17/9/2018).

Pemuda ini juga memaparkan tekadnya mengikuti UNY Internasional Archery Open Tournament 2018.

“Untuk tekad saya sih selain menambah wawasan dan jam terbang, saya ingin mengasah/mengukur kemampuan saya di tingkat nasional/internasional, karena kebetulan ada peserta dari Asia juga, seperti Singapura,” katanya.

Persiapan telah dilakukan Heri sejak bulan lalu dengan melakukan latihan setiap hari.

Latihan dilakukannya selama 6 jam sehari demi mematangkan persiapannya menghadapi UNY Internasional Archery Open Tournament 2018.

Heri akan turun di kategori divisi recurve umum putra 70 meter.

Ia berharap dapat membawa pulang medali dari turnamen tersebut.

“Satu kategori nanti ada tiga medali, medali kualifikasi juara sesion 1 dan  2, terus medali eliminasi, jadi ada 3 medali yang diperebutkan dalam satu kategori. Mudah-mudahanan saya bisa bawa pulang 3 medali itu,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan lawan terberatnya di UNY Internasional Archery Open Tournament 2018.

“Yang paling berat itu melawan diri sendiri, karena orang hebat itu orang yang bisa menguasai dirinya sendiri,” katanya.

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved