Warga Bali butuh Penyu untuk Upacara? Begini Proses Pengajuannya

Selain memberdayakan, di sana juga disediakan penyu untuk keperluan upacara.

Warga Bali butuh Penyu untuk Upacara? Begini Proses Pengajuannya
Tribun Bali / I Wayan Sui Suadnyana
Sejumlah tukik menetas di Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu atau Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan, Denpasar, Minggu, (16/9/2018). Wisatawan pun turut menyaksikan dan menghitung tukik-tukik tersebut. 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang pemandu tengah sibuk berbicara kepada tiga orang wisatawan di Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu atau Turtle Concervation and Education Center (TCEC) Serangan, Denpasar, Bali, pada Sabtu, (15/9/2018) siang.

TCEC memang menjadi salah satu lokasi pusat konservasi penyu di Bali.

Selain memberdayakan, di sana juga disediakan penyu untuk keperluan upacara.

TCEC menyediakan hingga 200 ekor setiap musimnya.

"Nantinya (dari jumlah tersebut) kan belum tentu jadi 200, kan butuh proses,” kata Kepala Pengelola TCEC, Made Sukanta, saat ditemui di lokasi,”.

Dari 200 ekor penyu yang khusus dibudidayakan untuk upacara, tambah Made Sukanta, tidak semuanya bisa diberikan kepada masyarakat.

Hal itu dikarenakan tingkat keberhasilan budidaya penyu belum bisa sampai seratus persen.

Selama ini ada saja penyu yang mati di penangkaran, termasuk yang dibudidayakan untuk keperluan upacara.

Lebih jauh Made Sukanta menjelaskan, ketersediaan penyu sudah merupakan suatu keharusan sebagai pelengkap upacara dalam kebudayaan di Bali.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved