Memuliakan Bumi Pertiwi Lewat Utsawa Bali Sani UNHI

Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar kembali menggelar Utsawa Bali Sani (UBS IX) untuk kesembilan kalinya.

Memuliakan Bumi Pertiwi Lewat Utsawa Bali Sani UNHI
TRIBUN BALI/EURAZMY
Perwakilan Gubernur Provinsi Bali bersama jajaran Rektor Universitas Hindu Indonesia saat meresmikan acara Utsawa Bali Sani IX 2018 di depan Kantor Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (21/9/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar kembali menggelar Utsawa Bali Sani (UBS IX) untuk kesembilan kalinya.

Pembukaan acara tahunan ini dilangsungkan di depan gedung Jaya Saba, Kantor Gubernur Provinsi Bali, Jalan Surapati Denpasar, Jumat (21/9/2018).

Dalam ajang pelestarian seni tradisi dan budaya yang digawangi UNHI pada tahun 2018 ini memiliki visi dan misi yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Rektor UNHI, Prof. Dr. drh. I Made Damriasa M.S., menuturkan, dalam UBS kali ini pihaknya mengambil tema 'Pertiwi Mandalaning Bhuwana' sebagai bentuk respon terhadap gejala alam yang diisyaratkan ibu bumi pertiwi.

Seperti kita ketahui sendiri, kemarin kita seakan sudah diingatkan ibu bumi pertiwi melalui kondisi Gunung Agung dan gempa bumi.

"Pertanda kita harus kembali mengingat-Nya. Mari kita muliakan ibu bumi pertiwi, menjaga kelestarian kehidupan di muka bumi pertiwi ini," tuturnya kepada Tribun-Bali.com selepas acara pembukaan UBS IX, Jumat (21/9/2018).

Bentuk pelestarian itu, menurut dia, dapat diimplementasikan melalui tradisi seni dan keajegan budaya Bali melalui Utsawa Bali Sani.

Dalam Utsawa Bali Sani, kata dia, bukan hanya sebagai bentuk penyadaran, namun juga sebagai bentuk pencerdasan intelektual semata, namun juga pencerdasan generasi secara emosi dan juga spiritual.

"Karena memang seni budaya dan agama Hindu memang tidak dapat dipisahkan. Jadi, acara ini sangat penting dalam mengawal implementasi pelestarian dan eksistensi budaya Bali," terangnya.

Sementara, Ketua Panitia Penyelenggara UBS IX 2018, Dr. Ir. Wayan Muka, S.T, M.T. mengatakan, mahasiswa dalam acara ini diarahkan untuk bisa menampilkan berbagai jenis kesenian yang dikreasikan sedemikian rupa dengan tetap mengusung konsep ajeg Bali.

Nantinya, UBS IX akan berlangsung hingga tanggal 27 September 2018 mendatang.

Tak jauh beda dengan sebelumnya, UBS akan menampilkan berbagai macam kegiatan mulai lomba permainan tradisional, lomba akademik, parade kesenian, pementasan hingga pameran seni, sains, teknologi dan gastronomi.

"Semua ada mulai bapang barong, gender wayang hingga melukis pewayangan bali sebagai bentuk pelestariam seni dan budaya Bali," terangnya.

Ia menambahkan, dalam UBS tahun ini juga pihaknya memusatkan kegiatan di tengah-tengah masyarakat.

"Kita ingin memberikan sesuatu bentuk (pelestarian) yang nyata kepada masyarakat Bali," tandasnya. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved