Ibu Tua dengan 2 Anak Lumpuh di Karangasem ini Dapat Bantuan Bedah Rumah dari Tauzia Hotel Manajemen

Ni Nyoman Suti, warga Dusun Yangapi, Desa Muncan, Kecataman Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, hanya terlihat duduk di depan dapurnya

Ibu Tua dengan 2 Anak Lumpuh di Karangasem ini Dapat Bantuan Bedah Rumah dari Tauzia Hotel Manajemen
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Ni Nyoman Suti (tengah) bersama Chief Operating Officer (COO), Xavier Droin (kiri) dan Cluster General Manager Tauzia Hotel Manajemen Regional Bali, Nyoman Wirayasa (kanan). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Ni Nyoman Suti, warga Dusun Yangapi, Desa Muncan, Kecataman Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, hanya terlihat duduk di depan dapurnya yang mulai reot.

Dia hanya sesekali menoleh kanan-kiri tanpa mengeluarkan sepatah katapun ketika segenap kru Tauzia Rider Community ramai-ramai mendatangi rumahnya pada Sabtu, (22/09/2018) menjelang siang.

Awalnya, rumah yang dimiliki Suti jauh dari kata layak huni dimana dapur dan tempat tidur menjadi satu dan tidak ada penerangan listrik.

Namun semua itu berubah ketika ia mendapat bantuan bedah rumah dari Tauzia Hotel Manejemen.

Wanita yang telah berusia 80 tahun itu kini bisa bernafas lega, ia bisa mendapatkan rumah yang kayak huni berukuran 5x6 meter dengan tiga kamar tidur dan satu kamar mandi.

Pembangunan rumah tersebut memakan waktu sekitar dua bulan.

"Suksma, suksma (terimakasih, terimakasih)," kata Suti sedikit terbata-bata ketika diajak berswafoto dengan Chief Operating Officer (COO), Xavier Droin dan Cluster General Manager Tauzia Hotel Manajemen Regional Bali, Nyoman Wirayasa.

Selain pada awalnya tidak memiliki tempat tinggal yang layak, kedua anak Suti juga menderita lumpuh. Ketiadaan biaya menyebabkan kendala dalam berobat.

"Niki cacad panak tiange, cacad. Buka kalih ten dados tedun. Nika asiki, di balene asiki (ini anak saya cacad, lumpuh. Keduanya tidak bisa turun berjalan. Itu satu, di dalam rumah lagi satu)," tuturnya sambil menunjuk dapur di yang ada di sebelah selatan rumahnya.

Suti menerangkan, anak-anaknya mulai lumpuh ketika sudah berusia cukup besar.

"Numbeg lan ngarit ampun dados (nyangkul dan nyabit sudah bisa awalnya)," tutur Suti. (*)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved