IMF World Bank Annual Meeting

IMF WB di Bali Berdampak Bertambahnya Volume Kendaraan, Luhut Pusing Banyak Permintaan Mobil

Terkait pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia pada Oktober nanti di Nusa Dua, Menteri Kooordinator Kemaritiman Luhut B. Panjaitan mengungkapkan

IMF WB di Bali Berdampak Bertambahnya Volume Kendaraan, Luhut Pusing Banyak Permintaan Mobil
(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Luhut Binsar Pandjaitan, Mentri Kordinator bidang Kemaritiman didampingi Wayan Koster, Gubernur Bali dan Giri Prasta, Bupati Badung membubuhkan tanda tangan saat peresmian Underpass Bundaran tugu Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (22/9/2018). 

 

TRIBUN-BALI.COM, KUTA – Terkait pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia pada Oktober nanti di Nusa Dua, Menteri Kooordinator Kemaritiman Luhut B. Panjaitan mengungkapkan akan ada peningkatan volume kendaraan para tamu delegasi yang datang ke Bali.

"Hari ini pun, tim dari Bank Dunia sudah ada di Bali dan sudah mulai bekerja.  Menurut data, sekitar 19 ribu orang delegasi yang akan datang," ujar Luhut setelah meresmikan underpass atau jalan bawah tanah Simpang Ngurah Rai di Kuta, Badung, Sabtu (22/9).

Otomatis, kata dia, akan ada banyak permintaan kendaraan untuk para delegasi.

Perhitungan dari kepolisian, kawasan sekitar tempat penyelenggaraan dan sekitarnya hanya mampu menampung lalu-lintas dari sekitar 3400 unit kendaraan saja.

Akan tetapi, ungkap Luhut, permintaan mobil kecil saja saat ini sudah sebanyak 4 ribu unit.

"Saya pusing, banyak permintaan mobil kecil untuk para tamu. Ya kita atur, jangan sampai macet total," jelasnya.

Kendati demikian, Luhut menghargai kerjasama yang baik antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pemprov Bali dan Pemda Badung dalam proyek pembangunan underpass.

"Saya ucapkan selamat. Bali harus kompak, jangan bicara kiri-kanan, kiri-kanan. Buat semua itu secara studi, secara komprehensif terhadap apapun yang dibuat. Jadi tidak dibuat atas dasar suka atau tidak. Kalau pengembangan apron Bandara Ngurah Rai jadi, dampak ekonominyajuga sangat luar biasa. Tapi kemacetannya juga bisa luar biasa. Saya sudah minta ke Gubernur Bali agar minta Bank Dunia dan Universitas Udayana untuk melakukan studi yang komprehensif atas hal itu," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga ungkapkan bahwa Kemenko Kemaritiman membidik Bali sebagai pusat atau hub wisata marina, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Halaman
12
Penulis: Rino Gale
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved