Breaking News:

Bebas November 2017 Lalu, Residivis Narkoba Kembali Ditangkap Polisi

Kurang lebih satu tahun sebelumnya, Hadi sempat mengecap kerasnya kehidupan di jeruji besi dengan kasus yang sama

Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Wakapolresta Denpasar, AKBP Nyoman Artana yang didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Aris Purwanto saat diwawancarai oleh media terkait penangkapan pengedar narkoba jenis sabu. 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - SH (40) terancam kembali masuk bui.

Pasalnya, ia kembali melakukan kejahatan tindak pidana narkotika jenis sabu.

Kurang lebih satu tahun sebelumnya, Hadi sempat mengecap kerasnya kehidupan di jeruji besi dengan kasus yang sama.

Ia bebas kira-kira pada November 2017.

Wakapolresta Denpasar, AKBP Nyoman Artana yang didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Aris Purwanto, menerangkan, Hadi ditangkap pada Senin (3/09/2018), di Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

"Di sini juga kami dapatkan daripada informasi masyarakat yang mencurigai yang bersangkutan. Atas dasar itu kami melakukan pendalaman dan penyelidikan, kami lakukan pengecekan keberadaannya. Dan yang bersangkutan kami temukan di Taman Pancing," terangnya Rabu (26/09/2018).

Dari tangannya, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga paket sabu dengan berat bersih 19,33 gram, yang ditemukan di dalam kamar kos tersangka.

Barang bukti tersebut berdasarkan pengakuan pelaku, didapatkan dari seseorang yang dipanggil WY.

Pelaku mengedarkan barang tersebut dengan upah Rp 2 juta.

Pengakuan pelaku sejauh ini, dirinya baru 2 bulan kembali menjadi kurir barang terlarang tersebut.

Atas tindakannya itu, SH dikenakan pasal 112 ayat (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved